Review Kamera Xiaomi 15 Ultra
Xiaomi akhirnya menghadirkan seri Xiaomi 15 Ultra secara resmi di Indonesia. Ini merupakan terobosan baru yang ditunggu-tunggu fans Xiaomi dan fotografi di Indonesia. Satu kelebihan seri Xiaomi 15 Ultra ini terletak pada kemampuan kameranya.
Berikut spesifikasi kamera Xiaomi 15 Ultra yang menawarkan empat lensa dengan rentang focal length dari 14mm hingga 200mm.
- Kamera Utama 23mm dengan sensor Sony LYT-900 50MP (1?) dan lensa Leica Summilux dengan aperture f/1.6.
- Kamera Telefoto 70mm (3x optical zoom) dengan sensor 50 megapixel (1/2,51?dan lensa f/1.8 dengan kemampuan makro hingga jarak 10cm.
- Kamera Ultra Telefoto 100mm (4,3x optical zoom periscope telephoto) dengan sensor 200MP (1/1.4?) dan lensa bukaan f/2.6, serta mendukung zoom hingga 200mm.
- Kamera Ultra-wide 14mm dengan sensor 50 megapixel (1/2,76?) dan lensa dengan bukaan f/2.2.
Fitur lain meliputi Optical Image Stabilization (OIS) dan Electronic Image Stabilization (EIS) untuk memastikan gambar dan video tetap stabil, perekaman video 4K 120fps, dukungan video 10-bit Log, 4 mikrofon untuk merekam suara, serta dukungan Dolby Vision.
Untuk ulasan kali ini, kami lebih fokus ke kemampuan fotografi Xiaomi 15 Ultra. Berikut review kamera Xiaomi 15 Ultra.
Hasil foto Xiaomi 15 Ultra
Dengan ukuran fisik sensor kamera utama yang besar, mencapai 1 inci, kamera utama Xiaomi 15 Ultra memang istimewa. Ini terlihat dari hasil foto Xiaomi 15 Ultra dalam berbagai kondisi cahaya.
Pada kondisi cahaya ideal, hasil fotonya terlihat amat tajam dan penuh detil.
Detil penyembur api dan penari dapat ditampilkan dengan baik. Eksposur foto sengaja diturunkan untuk menangkap tekstur api dengan lebih baik.
Detil dan warna lampu yang dinaungi dedaunan tetap amat baik walaupun foto dilihat di layar besar sekalipun.
Bias cahaya di latar dan ekspresi wajah penari yang duduk dapat diabadikan dengan baik oleh kamera Xiaomi 15 Ultra.
Foto dari jarak dekat di kondisi cahaya temaram juga bisa ditangkap dengan mudah. Noise masih terlihat tapi termasuk amat minim.
Senja kelabu di pantai Seminyak ini ditangkap dengan setting ISO 50 untuk noise yang lebih sedikit. Terlihat detil pada area shadow juga masih amat baik.
Xiaomi 15 Ultra juga memiliki mode X-Pan yang punya rasio aspek 65:24 seperti di kamera Hasselblad X-Pan yang legendaris. Berikut contoh hasil mode X-Pan.
Cara mudah membuat foto sinematik adalah dengan mode X-Pan. Dalam beberapa subyek, komposisi dengan rasio aspek ekstra lebar ini membuat foto lebih menarik.
Beralih ke kamera ultra lebar, hasil fotonya juga masih baik walaupun belum setingkat kamera utama Xiaomi 15 Ultra. Bahkan menurut kami, kamera ultra lebarnya merupakan yang terlemah dibandingkan kamera lainnya. Namun untuk memotret di siang hari atau kondisi cahaya berlimpah, hasilnya masih memadai untuk di media sosial dan layar hape.
Berikut hasil foto kamera ultra lebar Xiaomi 15 Ultra.
Suasana dramatis terasa lebih kuat dengan sudut pengambilan dari bawah dan penggunaan lensa ultra lebar. Sebagai catatan, Rangda ini sedang menari sehingga dibutuhkan kamera yang responsif untuk mengabadikannya.
Memotret sekelompok pemuda yang berkemah di Danau Tamblingan di pagi hari. Terlihat detil wajah dan kemah tertangkap dengan baik.
Satu cara untuk membuat subyek utama lebih menonjol di tengah frame yang penuh waran dan detil adalah dengan mengubahnya menjadi hitam putih. Detil wajah juga tertangkap baik oleh kamera ultra lebar Xiaomi 15 Ultra.
Dari pengujian kami, kamera ultra lebarnya akan menurun hasilnya di kondisi minim cahaya. Jadi pastikan ada cahaya yang cukup saat memotret di malam hari atau dalam ruangan.
Satu kelebihan kamera Xiaomi 15 Ultra ada pada mode makronya. Selain bisa fokus dari jarak yang dekat (kurang dari 10cm), mode makro ini dapat digunakan di semua setting kamera mulai dari ultra lebar hingga telephoto. Berikut hasil foto mode makro Xiaomi 15 Ultra tanpa penyuntingan.
Mode makro Xiaomi 15 Ultra mampu merekam detil terkecil seperti tekstur daun ini dengan baik. Kamu perlu memperhatikan jarak fokus optimal saat menggunakan mode makro agar mendapatkan foto yang tajam.
Binatang mungil seperti kepiting ini bisa ditangkap dengan mudah menggunakan mode makro dan kamera telefoto Xiaomi 15 Ultra.
Membuat foto Portrait dengan warna khas Leica juga bisa dilakukan dengan mudah menggunakan kamera Xiaomi 15 Ultra. Pengguna akan mendapatkan pilihan Leica Vivid dan Leica Authentic untuk warna utama, walaupun Xiaomi juga menyediakan beragam filter warna lain yang bisa dipilih. Untuk hasil foto portrait terbaik, kami merekomendasikan memotret dala mode Portrait dengan kamera telefoto untuk mengurangi distorsi pada subyek. Berikut hasil foto Portrait menggunakan kamera Xiaomi 15 Ultra tanpa penyuntingan.
Efek bokeh atau blur di latar bisa digambarkan dengan baik oleh kamera Xiaomi 15 Ultra. Separasi subyek dan latar juga amat baik walaupun tidak sempurna, seperti terlihat dari bahu sebelah kanan.
Penggunaan kamera telefoto 100mm (4.3x zoom) memisahkan subyek dari elemen yang berpotensi mengganggu, menghasilkan foto Portrait yang bebas distorsi.
Medium shot seperti ini dihasilkan dengan kamera telefoto 2x zoom. Hasilnya, foto yang tajam dengan warna kulit yang cerah dan natural.
Kami amat menyukai kamera telefotonya, baik 3x zoom maupun 4.3x zoom, yang mampu menghasilkan foto menawan di segala suasana.
Detil selendang dan jarik penari tertangkap baik, dengan warna yang cemerlang. Kami menggunakan mode Leica Vivid untuk warnanya.
Kamera telefoto 3x punya kualitas yang hampir setara dengan kamera utama, menghasilkan foto yang tajam dengan warna menarik.
Xiaomi 15 Ultra juga tetap mampu menghasilkan foto yang tajam di setting 200mm dan 400mm.
Warna dan ketajaman tetap terjaga. Detil pada rumput secara mengejutkan juga cukup baik walaupun ditiup angin.
Menangkap ekspresi wajah dari jarak jauh amat mudah dilakukan dengan setting 200mm.
Tekstur dan warna Rangda ini bisa ditampilkan dengan apik, walaupun jaraknya cukup jauh dari pemotret.
Jika dipaksakan, kamera Xiaomi 15 Ultra bisa menangkap dari jarak cukup jauh. Hanya saja noise dan ketajaman terlihat menurun drastis.
Beberapa catatan lain saat menggunakan Xiaomi 15 Ultra untuk memotret:
- Bodi hape akan terasa panas jika sering menggunakan burst shot. Aplikasi kamera akan tutup sendiri sampai suhu ponsel menurun dan aman digunakan untuk memotret lagi.
- Ada mode burst shot yang bisa memotret sekaligus hingga beberapa puluh frame. Hanya saja hasil foto dalam mode burst shot tidak sebaik mode Photo biasa.
- Xiaomi 15 Ultra menyediakan 4 mode Long Exposure yang masing-masing diperuntukkan untuk skenario berbeda, mulai dari Light Painting, Light Trail hingga Milky Way. Untuk penggunaan di siang hari, Light Painting merupakan mode yang paling cocok.
- Tersedia mode Pro untuk foto dan video yang memberikan opsi pengaturan pemotretan manual. Di mode ini, kamu bisa merekam foto dalam format RAW untuk diedit dengan lebih leluasa. Tapi perlu diingat, foto RAW punya ukuran file jauh lebih besar dibandingkan JPG biasa.
- Modul kamera yang besar membuat lensanya mudah kotor terkena jari. Pastikan lensa bersih agar hasil foto optimal. Lensa yang kotor bisa membuat foto buram.
Kesimpulan Xiaomi 15 Ultra
Keseriusan Xiaomi tentang fotografi terlihat jelas saat memotret dengan Xiaomi 15 Ultra. Mulai dari spesifikasi kamera hingga fitur pemotretan, Xiaomi 15 Ultra amat menyenangkan untuk digunakan. Baik pengguna pemula maupun pembuat konten yang sudah mahir akan menyukai fitur-fiturnya.
Kami amat terkesan dengan hasil foto kamera utama dan telefotonya yang amat baik. Mencermati ketajaman dan warna, hasil foto Xiaomi 15 Ultra dijamin akan memuaskan hampir semua pengguna ponsel untuk kebutuhan fotografi.
Yang menarik, harga Xiaomi 15 Ultra dijual lebih murah dibanding ponsel flagship sekelasnya seperti OPPO Find X8 Pro, Samsung S25 Ultra, iPhone 16 Pro dan Vivo X200 Pro. Jadi bagi kamu yang mencari ponsel dengan hasil foto yang amat baik, Xiaomi 15 Ultra merupakan pilihan yang wajib dipertimbangkan.
Kelebihan kamera Xiaomi 15 Ultra
- Hasil foto tajam dengan warna matang di semua kamera
- Hasil kamera telefoto amat baik, termasuk untuk zoom hybrid (digital)
- Sensor kamera utama terbesar di kelas harganya
- Filter warna Leica yang unik
- Mode pemotretan kreatif cukup banyak
- Harga lebih terjangkau dibandingkan kompetitornya
Kekurangan kamera Xiaomi 15 Ultra
- Kamera ultra lebar tidak sebaik kamera lainnya
- Hasil foto burst tidak sebaik mode normal
- Modul kamera yang besar membuat lensanya mudah kotor terkena bekas jari