Mobile GadgetReviewSmartphone

Review Samsung Galaxy S9+: Smartphone Pertama dengan Kamera Dual-Aperture

Super Slow-Mo keren, AR Emoji seru!

Cek Harga

Selama beberapa tahun terakhir pasar smartphone Android premium di Indonesia bisa dibilang dikuasai oleh Samsung. Tak heran, selain karena minimnya opsi brand pesaing yang bisa dilirik oleh pengguna, harus diakui produk flagship Samsung selalu tampil menggiurkan. Apalagi, Samsung terus menghadirkan fitur baru yang tidak ada di generasi sebelumnya.

Galaxy S9+ adalah bukti bahwa Samsung tak pernah berhenti berinovasi, khususnya di sektor kamera. Sekadar mengingatkan, Galaxy S9+ (termasuk juga Galaxy S9) adalah smartphone pertama yang mengusung kamera dengan dual-aperture. Nah, seperti apa kecanggihan fitur anyar ini dan bagaimana dampaknya terhadap hasil foto? Simak ulasan lengkap kami:

Desain mirip Galaxy S8+

Ya, Galaxy S9+ adalah smartphone baru. Tapi sayangnya, desainnya tidak benar-benar baru. Jika dilihat dari depan, DNA Galaxy S8+ masih sangat kental dan akan sulit dibedakan ketika keduanya diletakkan berdampingan.

Anda masih akan menemukan layar Infinity Display dengan dua edge-screen di kiri dan kanannya. Sudut-sudut ergonomisnya amat mirip dengan Galaxy S8+. Bahkan dimensi dan bobotnya pun tidak berubah signifikan, hanya sedikit lebih ramping.

Untungnya, Galaxy S9+ kini memiliki kamera belakang ganda. Posisi sensor sidik jarinya pun sudah dipindah ke tengah (di bawah kamera) agar lebih mudah dijangkau. Setidaknya ada satu area yang tampak fresh dan membuat smartphone ini lebih mudah dikenali.

Dengan minimnya perubahan desain, saya merasa upgrade dari Galaxy S8+ ke Galaxy S9+ tidak seperti benar-benar ganti handphone. Karena menurut saya, bukan cuma soal spesifikasi dan fitur, ada tipe pengguna yang ingin orang-orang di sekitarnya menyadari bahwa dia baru saja membeli handphone baru.

Solusi paling gampang jika ingin orang lain langsung tahu Anda baru saja upgrade dari Galaxy S8+ ke Galaxy S9+ adalah memilih warna terbaru, Lilac Purple, yang pastinya bisa membuat identitas Galaxy S9+ jauh lebih menonjol. Selain itu, warna Lilac Purple ini menurut saya terlihat sangat cantik terutama ketika bagian belakangnya terpapar cahaya baik dari matahari maupun lampu.

Namun tentunya itu kembali kepada si pengguna. Walaupun secara desain masih mirip dengan pendahulunya, harus diakui Galaxy S9+ adalah salah satu smartphone paling menawan yang ada di pasaran saat ini. Kombinasi material metal dan bodi berlapis kaca Gorilla Glass masih jadi andalan untuk menyajikan tampilan yang mewah.

Karena dimensi dan bodinya mirip dengan generasi sebelumnya, Anda yang pernah memakai Galaxy S8+ tidak akan mendapatkan sensasi yang berbeda ketika menggenggam Galaxy S9+. Meski layarnya besar, smartphone ini masih memungkinkan untuk dioperasikan dengan satu tangan. Anda pun masih akan menemukan sertifikasi IP68 yang artinya Galaxy S9+ tahan air dan debu.

Samsung masih memposisikan tombol Bixby di sisi kiri, tepat di bawah tombol pengaturan volume. Sesekali tombol Bixby ini tidak sengaja tertekan saat tidak dibutuhkan, dan menurut saya itu cukup mengganggu. Tapi tak perlu khawatir, Anda bisa menonaktifkan tombol tersebut.

Untuk urusan slot, Galaxy S9+ bisa disisipkan hingga dua SIM-card sekaligus (dual-SIM), tapi sayangnya lokasi SIM-card 2 harus berbagi dengan microSD. Ya, hybrid. Artinya, Anda yang membutuhkan microSD harus merelakan tidak bisa memakai dua SIM-card. Begitu juga sebaliknya.

Layar memukau, audio mantap

Seperti disebutkan di atas, Galaxy S9+ tetap mengandalkan teknologi layar Infinity Display dengan edge-screen di kiri dan kanannya. Bagian depannya nyaris seluruhnya didominasi oleh layar dengan ratio screen-to-body mencapai 84,2 persen.

Layar Super AMOLED ini berukuran 6,2 inci dengan aspect ratio 18.5:9 dan resolusi 1440 x 2960 pixel (Quad HD+). Bukan hanya tajam, warna yang mampu disajikannya pun sangat memanjakan mata. Tingkat kecerahannya juga tak perlu diragukan lagi bahkan untuk penggunaan di bawah sinar matahari.

Yang lebih menarik, layar tersebut sudah mendukung HDR10. Anda juga tetap bisa mengubah resolusi layar ke Full HD+ atau HD+ sesuai kebutuhan, yang sekaligus berguna untuk menghemat baterai. Fitur always-on display pun masih dikedepankan dengan sedikit penambahan pilihan tema.

Soal edge-screen, sayangnya Samsung lagi-lagi tidak membenamkan fitur baru. Meski begitu, selain fungsi utamanya untuk memberikan pengalaman menonton tanpa batas (bezel-less), menurut kami edge-screen tetap berguna untuk mengakses shortcut ke aplikasi tertentu atau kontak yang paling sering dihubungi.

Jika sensasi yang ditawarkan layar Galaxy S9+ tidak terlalu berbeda jauh dibanding Galaxy S8+, lain cerita soal sektor audionya. Samsung untuk pertama kalinya menanamkan dual-speaker stereo yang posisinya ada di atas dan di bawah.

Kerennya lagi, kedua speaker ini disetel langsung oleh AKG, dan kualitas suaranya 1,4 kali lebih bertenaga dibanding generasi sebelumnya. Ditambah dukungan Dolby Atmos, menonton film atau bermain game di Galaxy S9+ terasa jauh lebih hidup. Good job, Samsung!

Bixby Vision dan AR Emoji

Samsung Galaxy S9+ sudah mengusung sistem operasi Android 8.0 Oreo. Tampilan antarmukanya tidak banyak berubah meski versi UX yang digunakan lebih baru. Dari segi cara pengoperasian juga sama. Untuk membuka dan menutup app drawer Anda hanya perlu menggeser ke atas dan bawah. Bloatware? Minim. Hanya beberapa aplikasi bawaan Samsung yang familiar.

Untuk yang gemar bermain game, Samsung menyediakan Game Launcher untuk memudahkan Anda mengakses semua game sekaligus dalam satu folder. Selain itu, Game Launcher juga memiliki beberapa pengaturan misalnya untuk menyembunyikan notifikasi selama permainan.

Soal Bixby, Samsung Galaxy S9+ sudah dibekali versi baru yang kini mendukung Bixby Vision dengan fitur Live Translation berbasis Augmented Reality. Fitur ini sangat bermanfaat ketika Anda berada di luar negeri, dan ingin mengetahui arti dari tulisan di papan penunjuk jalan, menu restoran, dan sebagainya.

Apa bedanya dengan fitur serupa sebelumnya? Karena berbasis AR, semua bahasa asing yang ditangkap oleh kamera akan langsung diubah ke bahasa yang Anda pilih secara real-time, alias saat itu juga. Anda tidak perlu lagi meng-crop Bixby Vision dengan AR ini juga berguna ketika Anda mencari lokasi dari tempat tertentu di sekitar Anda.

Selain itu, dukungan AR bisa Anda temukan pada fitur AR Emoji. Pada dasarnya ini hanyalah fitur seru-seruan yang sejujurnya cukup menyenangkan. Anda bisa membuat emoji yang mirip dengan wajah Anda. Hanya dengan mengambil foto selfie, Galaxy S9 akan menganalisa gambar wajah pengguna secara 2 dimensi dan memetakan lebih dari 100 ciri wajah untuk menciptakan model 3 dimensi.

Emoji yang Anda buat bisa dimodifikasi sesuai keinginan, misalnya mengganti gaya rambut, mengganti pakaian, atau menambahkan kacamata. Sekali Anda membuatnya, Galaxy S9+ akan langsung menyediakan beberapa pilihan emoji sekaligus dengan berbagai ekspresi yang berbeda.

Tentunya AR Emoji bisa dikirim ke orang lain lewat berbagai platform (contoh: WhatsApp) dalam format GIF. Fitur yang menurut saya cukup menarik dan bisa menambah keceriaan selama berkomunikasi.

Intelligent Scan: face recognition + iris scanner

Dari sektor keamanan, Samsung lagi-lagi menyediakan beragam pilihan sistem biometrik yang super komplit. Yang standar seperti sensor sidik jari, pattern, password, dan PIN tetap tersedia.

Yang canggih seperti Iris scanner pun tetap ada. Bedanya, iris scanner kini berkolaborasi dengan face recognition dalam sebuah fitur yang disebut Intelligent Scan.

Menurut saya ini adalah fitur yang keren. Karena bekerja secara bersamaan, keduanya saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing. Hasilnya, dengan Intelligent Scan Anda bisa membuka kunci Galaxy S9+ di berbagai kondisi. Saat face recognition butuh bantuan (misalnya ketika berada di ruang gelap), iris scanner langsung aktif untuk mengidentifikasi Anda.

Kamera dengan dual-aperture

Nah, akhirnya tiba di pembahasan salah satu fitur canggih baru yang jadi nilai jual utama. Ya, dual-aperture. Bagi yang belum tahu, Galaxy S9+ dibekali dua kamera 12 megapixel, yang salah satunya mendukung dual-aperture yakni f/1.5 dan f/2.4.

catatan: perlu diketahui bahwa bukaan f/1.5 pada Galaxy S9 dan S9+ adalah yang pertama di dunia untuk sebuah smartphone.

Sederhananya, smartphone ini dapat menghasilkan foto yang tajam baik di kondisi cahaya terang maupun temaram. Ketika cahaya terlalu terang misalnya di bawah sinar matahari yang terik, Anda bisa menggunakan f/2.4. Sebaliknya jika di tempat gelap (cahaya di bawah 100 lux), f/1.5 akan sangat membantu.

Samsung Galaxy S9+

Samsung Galaxy S9+

Samsung Galaxy S9+

Hasil foto Galaxy S9+ (8)

Kamera Galaxy S9+ akan secara otomatis mendeteksi kondisi pemotretan untuk menentukan apakah akan menggunakan f/2.4 atau f/1.5. Samsung menggambarkannya seperti cara kerja mata manusia dalam merespon cahaya.

Meski bekerja otomatis, Anda juga diberi akses untuk menentukan sendiri aperture mana yang ingin digunakan. Caranya adalah dengan masuk ke mode Pro, yang sekaligus juga bisa mengutak-atik ISO, White Balance, dan sebagainya.

Keuntungan dari aperture f/1.5 adalah serapan cahaya yang diklaim 28 persen lebih baik dan noise 30 persen lebih rendah dibanding Galaxy S8+. Intinya, lebih memungkinkan bagi Anda untuk mendapatkan foto yang bagus di berbagai kondisi.

Hasil foto Galaxy S9+ (4)

Hasil foto Galaxy S9+ (2)

Hasil foto Galaxy S9+ (5)

Kenyataannya? Hasil foto Galaxy S9+ memang cukup mengagumkan. Detailnya luar biasa, warnanya hidup, dan exposure serta dynamic range-nya amat baik. Pada kondisi low-light, terbukti bukaan f/1.5 bisa menghasilkan foto yang lebih terang. Yang sangat saya sukai, Samsung mampu mereduksi noise tapi detailnya masih terjaga dengan cukup baik.

Contoh hasil foto bertema candle light dinner di atas adalah bukti kemampuan low-light Galaxy S9+. Pada momen tersebut, hampir semua cahaya lampu di restoran dimatikan. Satu-satunya sumber cahaya yang paling dekat dengan subjek foto adalah lilin. Dan hasilnya bisa Anda lihat sendiri. Masih cukup terang dengan noise minim dan detail yang lumayan oke.

Kinerja kameranya juga cepat. Proses dari membuka aplikasi, memotret di mode Auto, hingga gambar tersimpan di memori berjalan dengan gesit. Tak hanya itu, kemampuan autofocus dari kamera Galaxy S9+ pun patut diacungi jempol.

Soal kamera keduanya, Samsung kembali membenamkan lensa telephoto dengan optical zoom 2x. Kehadiran kamera kedua ini juga berguna untuk menciptakan foto dengan efek bokeh, melalui mode Live Focus. Sementara untuk selfie, kamera depan 8 megapixel f/1.7 sudah lebih dari cukup.

20180402_153009

Hasil foto Galaxy S9+ (3)

20180317_192241

Masih penasaran dengan hasil foto Samsung Galaxy S9+? Langsung saja simak koleksi lengkapnya di akun Flickr Yangcanggih.com.

Super Slow-Mo 960fps: Epik!

Tidak hanya untuk memotret, kamera Galaxy S9+ juga jago untuk merekam video. Yang paling menarik, Samsung kini menanamkan fitur bernama Super Slow-Mo yang sesuai namanya mampu menghasilkan video slow motion. Bedanya dengan mode slow motion biasa, Super Slow-Mo merekam video di 960fps dengan resolusi 720p.

View this post on Instagram

Super S?ow-Mo Galaxy S9

A post shared by Yossie Dwi Prananto ?? (@yossiedwip) on

Ketika diaktifkan, Galaxy S9+ akan merekam gambar 32 kali lebih lambat dari video normal, dan 4 kali lebih lambat dari video slow motion biasa di kebanyakan smartphone lainnya. Super Slow-Mo akan membuat momen 0,2 detik menjadi video berdurasi sekitar 6 detik.

Fitur ini cocok untuk Anda yang ingin menciptakan video-video dengan efek dramatis. Dengan Super Slow-Mo video dari kegiatan sehari-hari seperti berlari, mengibaskan rambut, melompat ke kolam air, atau hanya sekadar memasak akan berubah menjadi video yang epik.

Perlu diingat, pencahayaan adalah faktor paling vital untuk menghasilkan video Super Slow-Mo yang baik. Jika di dalam ruangan apalagi ketika cahayanya temaram, hasilnya akan buruk.

Menurut saya ini bukan kekurangan. Pasalnya, dengan 960fps, kamera akan bekerja menangkap gambar dengan super cepat dan sangat membutuhkan cahaya yang terang. Jika di dalam ruangan menggunakan lampu, selain tidak seterang matahari, kemungkinan besar Anda akan menemui flicker.

Yang paling asyik, Anda bisa menggunakan dua mode Super Slow-Mo, yakni Auto dan Manual. Di Auto, Anda cukup memposisikan kotak kuning pada lokasi yang berpotensi terjadi gerakan cepat. Sementara untuk Manual, Anda yang menentukan sendiri timing kapan Super Slow-Mo aktif.

Perlu diketahui bahwa terkadang ini menjadi kendala. Saya cukup sering melewatkan momen berharga hanya karena posisi jari tidak tepat saat menekan tombol Super Slow-Mo. Bahkan kalaupun tepat, terkadang tombol tersebut tidak responsif. Mungkin karena ponsel mulai panas karena terlalu lama digunakan untuk merekam?

Setelah itu, Anda juga bisa menambahkan musik yang sesuai dengan momen yang Anda rekam. Bahkan, video tersebut juga bisa diubah menjadi clip pendek berformat GIF, serta dijejali efek-efek keren seperti Loop, Reverse, dan Swing.

[TIPS] Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat video Super Slow-Mo yang epik, langsung saja ikuti beberapa tips yang bisa Anda baca di tautan berikut ini. Semoga bisa membantu!

Performa ngebut untuk semua kebutuhan

Samsung Galaxy S9+ hadir dengan SoC Exynos 9810 (10nm) dengan prosesor Octa-core (4x 2.7 GHz Mongoose M3 & 4x 1.8 GHz Cortex-A55), serta GPU Mali-G72 MP18. RAM yang dibenamkan berkapasitas 6 GB, sementara memori internalnya tersedia mulai dari 64 GB hingga 256 GB.

Kombinasi seperti ini rasanya tidak perlu diragukan lagi. Performanya super ngebut dan amat responsif untuk mendukung semua kebutuhan. Untuk gaming pun memuaskan. Saya sempat mencoba beberapa judul populer seperti Arena of Valor, Mobile Legends, Iron Blade, Tekken Mobile, dan PUBG Mobile. Semua game berjalan mulus tanpa lag yang mengganggu di setting grafis tertinggi.

Sedikit membahas memori internalnya, saya menyarankan Anda memilih varian di atas 64 GB karena akan lebih leluasa mengunduh banyak game maupun menyimpan foto dan video. Kecuali, Anda tidak keberatan menambahkan microSD yang sekaligus menutup kemungkinan menggunakan dua buah SIM-card sekaligus.

Untuk lebih menjelaskan seperti apa performa dari Galaxy S9+, langsung saja simak beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark di bawah ini:

Baterai lumayan

Galaxy S9+ dibekali baterai 3500 mAh yang sudah mendukung fast charging dan wireless charging. Kapasitas yang cukup besar, mengingat beberapa hardware di dalamnya memang haus daya. Dibanding seri flagship milik Samsung lainnya, baterai ini tergolong yang paling besar.

Pada dasarnya daya tahan baterai Galaxy S9+ lumayan. Untuk gaya pemakaian normal, Galaxy S9+ bisa menemani Anda sejak pagi hingga sore atau malam hari. Lain cerita jika Anda aktif memotret apalagi membuat video Super Slow-Mo. Dalam waktu beberapa jam saja, penurunan sisa baterai akan langsung terlihat signifikan.

Untuk fast charging-nya, baterai dapat terisi hingga 20 persen dalam waktu hanya 15 menit. Untuk dapat terisi penuh dari kondisi di bawah 10 persen, butuh waktu sekitar 1 jam 30 menit saja. Cukup cepat! Berikut hasil pengujian menggunakan PCMark:

Kesimpulan

Tidak bosan-bosannya saya menyimpulkan bahwa seri Galaxy S garapan Samsung selalu berhasil membuat siapapun kepincut melalui desain dan fitur-fitur canggihnya. Bahkan bisa dibilang, Galaxy S9+ adalah opsi terbaik yang ada di Indonesia saat ini, untuk Anda yang mencari smartphone Android kelas premium.

Fitur baru di sektor kamera yakni Dual-Aperture dan Super Slow-Mo terbukti bukan gimmick belaka. Samsung benar-benar berhasil menciptakan sebuah standar baru pada sebuah kamera smartphone. Tak hanya itu, fitur-fitur lain seperti AR Emoji dan Intelligent Scan pun menjadi nilai plus yang membuat Galaxy S9+ tampil begitu menarik dibandingkan para pesaingnya.

Namun jika pada review Galaxy S8+ saya menyebutkan Anda tidak perlu bingung memilih antara versi Plus atau standar, di seri Galaxy S9 saya menyarankan Anda untuk memilih versi Plus saja. Selain RAM dan opsi memori internalnya lebih besar, Galaxy S9+ sudah didukung kamera ganda, sementara Galaxy S9 hanya single-camera. Lain soal bila Anda memang lebih menyukai ukuran layar yang kecil.

Dibanderol mulai dari Rp12.999.000, Galaxy S9+ cocok untuk Anda yang menginginkan smartphone Android kelas premium dengan kamera terbaik di kelasnya saat ini. Lalu bagaimana jika nantinya Huawei P20 Pro resmi masuk Indonesia? Kita tunggu saja lalu bandingkan mana yang lebih bagus!

Yang Canggih:

  • Bodi dengan material mewah dan premium
  • Infinity Display yang memukau
  • Dual-speaker stereo membuat audio lebih menggelegar dan hidup
  • Hasil foto sangat memuaskan di kondisi cahaya terang
  • Hasil foto low-light bagus berkat aperture f/1.5
  • Super Slow-Mo yang keren dan mudah digunakan
  • Intelligent Scan bisa diandalkan
  • Posisi sensor sidik jari lebih enak dijangkau
  • AR Emoji cukup seru dan menarik
  • Bixby Vision berbasis AR
  • Performa super kencang, gaming lancar
  • Daya tahan baterai cukup baik untuk pemakaian normal

Yang Kurang:

  • Desain amat mirip dengan generasi sebelumnya
  • Warna Lilac Purple lebih mudah terlihat bekas sidik jari
  • Slot microSD hybrid (berbagi dengan slot SIM-card 2)
  • Edge screen minim fitur baru
Spesifikasi Samsung Galaxy S9+
Layar Super AMOLED 6,2 inci 18.5:9 1440 x 2960 pixel (Quad HD+)
SoC Exynos 9810 octa-core dengan GPU Mali-G72 MP18
RAM 6 GB
Memori internal 64 GB hingga 256 GB (ada slot microSD hybrid)
Kamera belakang 12 megapixel (f/1.5 dan f/2.4) Dual-Pixel PDAF + 12 megapixel telephoto, lengkap dengan OIS
Kamera depan 8 megapixel f/1.7
Sistem operasi Android 8.0 Oreo
Baterai 3500 mAh (dengan fast charging dan wireless charging)
Konektivitas 4G LTE, Bluetooth 5.0, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, NFC, USB Type-C
Fitur Sensor sidik jari, Intelligent Scan, AR Emoji, Bixby Vision, IP68
Dimensi 158.1 x 73.8 x 8.5 mm (berat 189 gram)
Harga mulai dari Rp12.999.000
Samsung Galaxy S9+
Opsi terbaik yang ada di Indonesia saat ini untuk Anda yang mencari smartphone Android kelas premium
Cek Harga

Komentar

Beri komentar

Close