Kebutuhan masyarakat akan smartphone berbasis Android semakin tinggi saja. Mayoritas diantaranya masih menginginkan perangkat yang lebih terjangkau namun tidak terlalu mengorbankan kualitas. Smartfren sebagai salah satu operator CDMA di Indonesia, melihat celah tersebut sebagai cara untuk meningkatkan jumlah pelanggan mereka secara signifikan. Hal ini terbukti dengan respon pasar yang tinggi atas produk mereka sebelumnya, Smartfren Andro. Hingga saat ini Smartfren masih menggandeng Hisense, vendor elektronik asal negeri Tirai Bambu.

Sehari sebelum Indonesian Cellular Show lalu, Smartfren kembali meluncurkan 3 perangkat komunikasi baru kepada khalayak , dimana salah satunya adalah penerus seri sebelumnya, Smartren Andro Max. Menggunakan perangkat Hisense E860, respon yang kami terima dari video unboxing di YouTube saja terbilang tinggi hanya dalam waktu singkat. Banyak yang penasaran seperti apa performanya. Kali ini kami berkesempatan untuk mengulasnya hingga tuntas.

 

UNBOXING

Berikut adalah video “unboxing” atau buka kotak Smartfren Andro. Dalam video ini Anda bisa melihat paket pembelian Smartfren Andro dan sekilas sisi desain sebelum kami bahas lebih jauh di bawah. Terlebih dahulu kami mencoba menggunakan Andro Max bersama kartu dari operator lain untuk melihat apakah Smartfren mengunci perangkat mereka tersebut.

DESAIN

Kami tidak mengatakan siapa meniru siapa, namun sekilas Andro Max nampak seperti seri GALAXY dari Samsung. Secara umum, ukurannya tergolong pas di genggaman tangan untuk dioperasikan secara vertikal oleh sebuah ibu jari; namun terasa sedikit kurang lebar jika dioperasikan dengan dua tangan plus dua ibu jari. Tentunya ini menjadi relatif bagi tipe tangan yang menggunakannya, apakah besar atau memiliki jemari langsing.

Di bawah layar terdapat 4 tombol sentuh yang sensitif yakni Opsi, Beranda, Kembali dan Cari. Di bagian atas layar terdapat earpiece yang juga berfungsi sebagai speaker eksternal. Penyatuan seperti ini dipercaya mengurangi kualitas keluaran suara, terutama ketika kita memutar file-file multimedia. Hal ini akan kami bahas lebih lanjut di bagian performa.

Port microUSB ditempatkan di sisi bawah, bersebelahan dengan mikrofon. Tombol daya sekaligus kunci layar bisa Anda temukan di pada sisi kiri ponsel. Jack audio 3.5mm seperti kebanyakan ponsel lain ditempatkan di sisi atas agar tak mengganggu konektor headphone Anda saat ponsel dimasukkan ke saku celana. Tombol volume berada di sisi kanan atas, sedangkan untuk membuka casing belakang aksesnya bisa Anda temukan di sisi kanan bawah.

Berbicara mengenai bagian belakang casing, tampilan keseluruhan ponsel ini tetap terlihat apik dan cukup elegan di kelasnya betapapun tertera brand “smartfren andro max” dan “Hisense” di sana, bersama dengan lingkaran lensa kamera. Sisi ini didesain dengan kontur timbul untuk mengurangi efek licin terutama bagi tangan yang mudah berkeringat.

 

FITUR

Menggunakan Android Ice Cream Sandwich versi 4.0.3 membuat tampilan Andro Max nampak segar dan jauh dari kesan low-end. Secara default, Smartfren menyediakan 5 halaman Beranda dengan cukup pilihan Widget yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kelima layar tersebut. Mereka adalah Bookmark, Costumer Information, Daftar Putar Musik, Direction & Navigation, Drive, E-mail, Galeri Foto, Gmail, Jam Analog, Kalender, Kenalan, Kiat (tips) Layar Utama, Kontrol Daya, Label Gmail, Musik, Panggilan Langsung, Pesan Langsung, Pintasan Setelan, Play Store, Telusuri, Traffic dan YouTube.

Jika Anda menggeser bar notifikasi, ada sejumlah pintasan pengaturan yang akan memudahkan Anda mengaktifkan/menonaktifkan berbagai macam fitur seperti WLAN, Bluetooth, GPS, Brightness, Ringer Mode, Data, HotSpot, Rotate, Airplane Mode dan Sync. Normalnya, jika aktif, indikator akan menyala biru dan jika nonaktif akan berwarna putih. Kecuali untuk HotSpot atau Tethering, ia akan terus menyala biru meski statusnya nonaktif. Pada modus pengaturan Brightness atau kecerahan layar, mengingat Andro Max tidak dibekali sensor cahaya, gambar matahari akan menyala biru dengan lubang hitam di tengahnya jika Anda mengeset kecerahan ke tingkat terendah, setengah terisi warna biru jika Anda mengeset tingkat cahaya menengah, dan terisi penuh untuk tingkat paling terang.

Widget Smartfren Costumer Info akan memudahkan Anda dalam melihat nomor Smartfren Anda, status saat ini apakah aktif atau tenggang, penggunaan terakhir dan sisa saldo atau pulsa saat ini. Jangan lupa, selalu dibutuhkan koneksi Internet langsung dari Smartfren Anda (bukan dari koneksi WLAN) untuk terus menampilkannya secara up-to-date. Beberapa aplikasi lain yang dibenamkan Smartfren antara lain adalah Gudang Musik, Smartfren Mobile, Smartfren RBT, Smartfren Store, Smartfren Uangku, Viki, VMS (Video Messenger Service), serta satu bawaan Google yakni Play Movies yang belum tersedia di pasar Indonesia.

Keterbatasan pandangan karena gangguan kesehatan ataupun karena faktor usia juga bisa diatasi dengan hadirnya pilihan ukuran font yakni kecil, normal, besar dan raksasa. Absennya tombol rana kamera diantisipasi dengan hadirnya akses cepat dari layar kunci. Jika untuk membuka kunci layar Anda harus menggeser lingkaran ke kanan, maka cukup lakukan ke arah berlawanan untuk mengaktifkan kamera dengan cepat. Sangat membantu saat Anda ingin mengabadikan momen-momen penting.

 

PERFORMA

Cukup mengejutkan melihat hasil benchmark Quadrant yang mencatat hasil 1500 untuk total poin bagi Andro Max yang menempatkannya di posisi teratas, mengungguli Nexus One, Moto Droid X, bahkan Samsung GALAXY S dan HTC Desire. Ini berbanding terbalik dengan hasil uji AnTuTu yang menempatkan Andro Max di posisi kedelapan dari 9 device dengan poin 2514.

Hasil itu terjadi karena ponsel ini mampu memberikan kinerja yang stabil. Perpindahan antar-menu dapat direspon layarnya yang mampu membaca 5 sentuhan sekaligus dengan cepat, meski terkadang masih terasa kurang smooth. Berbagai aplikasi bisa berjalan dengan baik. Kami bahkan sempat menggunakan Andro Max sebagai salah satu perangkat untuk me-review aplikasi Magic Piano, yang bisa Anda lihat di artikel ini.

Untuk menguji sejauh mana keandalan kinerja Andro Max, kami mencari game Dead Triger di Play Store. Jika game ini tidak kompatibel pada perangkat yang Anda gunakan – biasanya karena spesifikasi minimum yang dimiliki perangkat tersebut tidak mencukupi – maka game ini tidak akan tampil atau tidak bisa diunduh. Namun dengan menggunakan Andro Max, saya bisa menemukan Dead Triger di Play Store dan berhasil mengunduhnya dengan lancar.

Semakin dibuat penasaran, kami pun langsung mencoba memainkan game First Person Shooting ber-genre horor ini. Hasilnya cukup membuat tersenyum: terdapat beberapa gangguan dari sisi grafis saat menampilkan peta permainan, dan cukup banyak lag saat game dimainkan. Untuk smartphone dengan harga tak sampai 900 ribu rupiah, apa yang diberikan oleh Andro Max sudah memuaskan.

Efek penyatuan earpiece dengan speaker terutama terasa saat Anda memutar file multimedia atau bermain game. Suara yang dihasilkan tergolong kecil meski sudah di-set ke volume maksimal. Kembali Anda dapat melihat contoh hasilnya pada video review aplikasi di atas. Kabar baiknya, kualitas suaranya sudah cukup mumpuni untuk mendengarkan sendiri saat di kamar atau ruang tertutup berkat kehadiran pengaturan Equalizer manual maupun otomatis berdasarkan pilihan jenis lagu. Jika menggunakan headset atau earphone, Anda akan mendapat opsi tambahan peningkatan Bass dan/atau efek 3D.

Andro Max dibekali dengan kamera 3.1MP fixed focus tanpa pilihan efek seperti yang biasanya terdapat pada device ICS lainnya. Anda tak akan dapat menemukan modus pengambilan panorama dan kamera depan – karena memang tidak ada. Fitur perekam videonya mampu menghasilkan kualitas VGA disamping beberapa pilihan lain seperti WQCGA, CIF, QVGA dan QCIF. Hasilnya bisa Anda lihat pada galeri berikut ini.

 

Foto

Outdoor
sf andro max outdoor 2 sf andro max outdoor 1

Indoor
sf andro max indoor 4 sf andro max indoor 3

sf andro max indoor 2 sf andro max indoor 1

Video

Daya tahan baterai Andro Max tergolong boros, apalagi jika sering atau lama digunakan secara non-stop. Penggunaan intrensif seperti untuk bermain game, browsing dan mendengarkan musik misalnya; akan menguras energi Andro Max hingga setengahnya hanya dalam waktu beberapa jam saja. Pengaturan waktu layar redup serta kecerahan layar, aktif/tidaknya WLAN dan GPS serta Bluetooth tentu ikut memengaruhi.

 

KESIMPULAN

Smartfren Andro Max mampu memberikan performa yang melebihi harganya. Ini seperti dijanjikan oleh Joko Tata Ibrahim saat acara peluncurannya di Jakarta beberapa bulan lalu. Ia mengklaim bahwa produk ini merupakan smartphone termurah di dunia yang bahkan harga “aslinya” tidak semurah yang mereka jual, Rp 888.000,-. Hasilnya, Andro Max masuk ke dalam kategori “Best Buy” dan bisa dijadikan pilihan oleh mereka yang mencari smartphone Android ICS dengan harga terjangkau. Apalagi desainnya juga menarik dan jauh dari kesan “murah”.

Kualitas pelayanan operator yang mem-bundling Andro Max juga bisa menjadi bahan pertimbangan. Smartfren saat ini menjadi satu-satunya yang mampu menyelenggarakan jaringan EVDO Rev. B paling luas di Indonesia dengan kecepatan maksimum hingga 14.7 Mbps. Meski Andro Max hanya memiliki spesifikasi EVDO Rev. A, namun itu sudah cukup untuk mendukung segala kebutuhan data Anda. Sayangnya, paket data gratis yang diberikan hanya 500MB – tergolong kecil bagi kebanyakan orang.

Pros:
(+) Desain menarik
(+) OS Android ICS
(+) Kamera 3 MP
(+) Kinerja baik di kelasnya
(+) Harga murah, dibawah 1 juta rupiah

Cons:
(-) Speaker menyatu dengan earpiece
(-) Baterai boros
(-) Free data hanya 500 MB
(-) Slot microSD tidak bersifat hotswap