Selain seri Core i Sandy Bridge, Intel juga mempebaharui prosesor-prosesor lama mereka seperti seri Intel Pentium dan Intel Celeron. Tidak sedikit vendor yang tertarik untuk menanamkannya pada notebook mereka. Salah satunya adalah ASUS yang merilis seri X44H untuk kami uji kali ini. Seperti apakah kemampuan prosesor “lama tapi baru” dari Intel pada notebook kelas mainstream ASUS ini? Simak review singkat kami.

Seperti notebook konvensional lainnya, ASUS X44H ini terlihat tebal dan besar. Tapi untungnya dengan bobot 2.44 kg, X44H tidak terlalu berat untuk dibawa-bawa dalam tas backpack kami. Notebook ini memiliki desain cover bercorak garis dengan warna hitam glossy yang terlihat cukup bergaya.

Untuk kelas entry, notebook ini menyuguhkan beragam pilihan konektivitas yang lengkap. Kami cukup senang melihat adanya port HDMI yang dapat digunakan untuk mengirim gambar ke TV HD, serta sebuah port USB 3.0.


Melihat ke bagian dalamnya, kami tidak menemukan sesuatu yang unik – semua terlihat biasa, apalagi saat mellihat keyboardnya tidak bergaya chiclet. Walaupun bukan bergaya chiclet, kami tidak begitu bermasalah dengan kualitas serta kenyamanan keyboard tersebut. Ukuran dan letak touchpadnya pun terasa pas di tangan. Touchpad tesrsebut juga cukup akurat dan responsif saat digunakan.

Meski hanya kelas entry, ASUS tidak lupa menanamkan fitur-fitur terbaru yang biasa kita temukan di seri-seri notebook ASUS kelas menengah ke atas. Misalnya seperti IceCool technology yang membuang panas jauh dari daerah palm rest sehingga pengguna dapat berlama-lama mengetik dengan nyaman. Selain itu ada ASUS Power4Gear yang mampu mengatur kinerja notebook agar bekerja lebih senyap dan meningkatkan daya tahan baterainya.

Memasuki pengujian performa, kami cukup terkejut melihat kinerja prosesor Intel Celeron B815 ini cukup gesit. Bahkan kami dapat kami katakan, Celeron B815 berkecepatan 1,6GHz ini mampu mengungguli seri Intel Core generasi pertama. Wajar saja, karena prosesor Celeron ini telah dirombak menggunakan arsitektur Sandy Bridge dengan teknologi 32nm.

Semua aplikasi dasar relatif baik saat dijalankan. Dan melihat spesifikasinya, tidak mengherankan jika performanya kurang memuaskan saat beralih ke aplikasi grafis yang berat. Namun, grafis Intel GMA serta RAM sebesar 2GB tidak menghalanginya untuk dapat memutarkan film 1080p dengan lancar di layar 14 incinya, walau kualitas layarnya cukup standar. Speaker besutan Altec Lansing yang bersemayam di dalamnya juga tidak mengundang decak kagum, namun setidaknya tidak mengecewakan untuk notebook dengan harga Rp 3,5 jutaan.

Kesimpulan
Harga yang murah dengan performa notebook rata-rata adalah daya tarik pertama dari ASUS X44H yang menggunakan prosesor Intel Celeron B815 ini. Dengan harga yang cukup terjangkau, Anda bisa mendapatkan notebook dengan performa memadai untuk kebutuhan sehari-hari, serta dengan tampang yang tidak membuat minder saat dibawa.

Kompetisi terdekat datang justru dari keluarga terbaru ASUS, yakni seri X401 yang lebih tipis dan lebih murah berkat penggunaan prosesor AMD C-60. Namun, bicara mengenai adu performa, kami yakin ASUS X44H masih lebih unggul. Ini kembali kepada para pengguna – ingin notebook murah dengan portabilitas tinggi atau performa yang memadai?

Kelebihan
+ Harga sangat menarik, terutama jika dibandingkan dengan performanya
+ Performa baik untuk aplikasi kantoran dan menjelajah Internet

Kekurangan
– Performa masih kurang untuk aplikasi grafis dan game yang berat
– Desain relatif besar dan berat