Meski saat ini hotspot Wi-Fi sudah semakin menjamur, tapi tidak ada jaminan akan hadir di tempat yang Anda kunjungi. Bahkan di ibu kota Jakarta sekalipun, membawa modem untuk menemani notebook untuk terhubung ke Internet merupakan salah satu hal yang selalu saya lakukan. Langkah ini juga untuk mengantisipasi koneksi Wi-Fi yang terlalu lambat.

Esia menghadirkan paket modem esia max-d dengan sistem penarifan barunya yang cukup menarik. Konsumen akan mendapat semakin banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, terutama pada isu jangkauan. Karena itu, salah satu faktor pengujian modem esia max-d berikut ini adalah tes kecepatan di sebanyak mungkin tempat yang saya sambangi, terutama di tempat-tempat keramaian atau pendidikan.

Unit modem yang saya dapatkan berasal dari pabrikan Prolink yang lengkap dengan kartu garansi berbahasa Indonesia. Ketika membukanya pertama kali, agak terkejut juga karena yang saya tangkap dari berbagai iklan esia max-d di berbagai media, modem baru ini berwarna hitam sehingga nampak keren dan tidak mudah kotor. Sementara yang saya dapatkan berwarna putih dan mudah meninggalkan noda, meski sejauh ini masih mudah dibersihkan.

Tak ada yang spesial dari desain modem berukuran 83.5x26x10 mm ini. Untuk mengakses RUIM, Anda harus membiasakan diri membuka penutup belakang/bawahnya melalui ceruk kecil yang agak sulit ditemukan. Sementara slot microSD yang berada di samping memerlukan kuku atau benda runcing lainnya jika ingin memasukkan atau mengeluarkan kartu.

Selain ada brand AHA, logo PROLINK juga menghiasi sisi atas modem berseri PCM 100 ini. Di huruf ‘O’ tersebut terdapat lampu indikator yang memiliki 2 warna, yakni hijau dan merah. Selama pengujian, modem ini seperti pada umumnya, cepat terasa panas. Pengoperasian di dalam ruangan bersuhu dingin dapat menjaga performanya tetap stabil, namun jika tidak, Anda bisa melepasnya sesekali untuk menurunkan suhunya.

Pada pengaktifan pertama, esia telah berhasil membuat skema pendaftaran yang lebih simpel dan cepat. Selain itu, jika sebelumnya PC akan memutar potongan lagu, “That’s the way, AHA-AHA… I like it, AHA-AHA…” maka pada modem paket esia max-d ini hal itu juga sudah dihilangkan mengingat sifatnya yang rawan mengejutkan dan mengganggu sekitar, apalagi jika kita kebetulan mengeset volume PC ke tertinggi.

Paket Internet

Yang membedakan esia max-d dengan produk sebelumnya adalah kecepatan maksimum yang didapatkan. Mulai dari paket paling murah hingga paling mahal, Anda akan selalu dapat memanfaatkan kecepatan EVDO Rev.A hingga 3.1Mbps. Selain itu, terdapat juga penambahan kuota dengan jumlah terbanyak hingga 35GB yang terdapat pada paket Ultimate dengan masa berlaku hingga 2 bulan atau 60 hari.

Tes Streaming

Salah satu jargon AHA di awal kemunculannya adalah “YouTube tanpa Buffering.” Hal ini dikarenakan Bakrie Connectivity memiliki akses khusus ke YouTube dari Google yang memungkinkan Anda terhubung langsung dengan cepat sehingga tak mengalami hambatan (buffer) saat video diputar. Nah, yang saya rasakan sejauh ini adalah, buffer tersebut menjadi semakin sering, meski durasinya tidak lama. Tes dilakukan di kantor YANGCANGGIH di Apartemen Mediterania Garden Residence I, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Menariknya, meski mengalami buffer di YouTube, namun saat saya menguji streaming TV lokal RCTI yang sedang menyiarkan pertandingan antara Queens Park Ranger vs Persebaya, streaming dapat berlangsung dengan lancar. Dari 2 jam total pertandingan, terjadinya gangguan seperti buffering tak mencapai 10 kali dengan durasi tak lama, hanya sekitar 5 detik. Anda bisa menyaksikannya pada video berikut ini.

Tes Kecepatan

Satu hal terpenting dari sebuah layanan Internet adalah jangkauan operator. Hal ini akan berimbas langsung pada kecepatan download dan upload. Saya menyempatkan diri untuk menguji kecepatan melalui laman www.speedtest.net untuk mengetahui kecepatan layanan esia max-d di beberapa daerah di Jakarta dan Tangerang. Berikut adalah daftar lengkapnya yang akan terus saya tambahkan di kemudian hari.

Sedikit catatan, meski data berikut tidak bersifat mutlak, namun bisa Anda jadikan rujukan sebelum memutuskan untuk membeli modem esia max-d, sesuai dengan tempat Anda tinggal atau di mana Anda akan sering menggunakannya.

Kesimpulan

esia max-d sejatinya hanyalah perubahan skema paket layanan data yang sudah ada. Penambahan kuota dan penyederhanaan proses pendaftaran merupakan hal positif. Dari segi stabilitas, selama menggunakan modem dalam paketnya, browsing dapat berjalan lancar di tempat-tempat yang saya sambangi di atas dengan stabil.

Selain itu dari hasil di atas juga dapat disimpulkan bahwa, esia max-d cocok bagi Anda yang sering mengunggah video ke YouTube atau situs lainnya, karena kecepatan upload-nya tersebut cukup bisa diandalkan. Bahkan di beberapa catatan kecepatannya mengungguli download-nya. Sementara di sisi harga, Rp99 ribu sama sekali tak terasa mahal terutama bagi mereka yang sangat mengandalkan internet untuk menunjang aktivitasnya.