Bersamaan dengan perilisan Panasonic Lumix DMC-LX7, Panasonic juga mengumumkan trio kamera prosumer dan sebuah kamera saku terbaru yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan para penggemar fotografi.

Pertama kami akan membahas lini teratas dari kamera prosumer terbaru Panasonic, Panasonic Lumix FZ200. Panasonic Lumix FZ200 merupakan kamera prosumer kelas super zoom yang menggunakan lensa utrawide 25mm LEICA DC VARIO-ELMARIT berdiafragma F2.8 dengan kemampuan optical zoom 24x. Dapat dikatakan lensa ini mempunyai kemampuan yang setara dengan lensa 25-600mm pada kamera 35mm.

Di balik bodi ala DSLR dan layar putar berukuran 3-inci, Panasonic menyematkan sensor CMOS 12.1 megapixel dan chip prosesor yang sama dengan Panasonic Lumix LX7, yakni Venus Engine VII FHD. Berkat kolaborasi sensor dan chip yang cepat ini FZ200 ini dapat menghasilkan gambar 12 frame per detik serta memiliki waktu start-up di bawah satu detik. Fitur lain yang dapat ditemukan pada FZ200 di antaranya adalah penyertaan lubang intip elektronik, kemampuan merekam video pada resolusi Full HD 1080p, mic stereo, dan pilihan scene mode serta efek filter yang lengkap.

Sedangkan di lini tengah, Panasonic menghadirkan Panasonic Lumix FZ60. Dari tampilannya, FZ60 terlihat serupa dengan FZ200 dengan mempertahankan body ala DSLR dan layar LCD 3-inci bermodel putar. Paduan sensor CMOS 16.1 megapixel dan chip LSI Venus Engine memampukannya untuk melakukan continuos shoot 10 frame per detik pada resolusi penuh dan waktu start up yang cepat, sama seperti Panasonic FZ200.

Untuk lensa, Panasonic membekalinya dengan lensa ultra wide 25mm LEICA DC VARIO-ELMARIT dengan 24x optical zoom yang dapat ditemukan juga pada Panasonic Lumix FZ200. Fitur rekam videonya dapat digunakan untuk menghasilkan video pada resolusi 1080i dan tersedia juga fitur-fitur tambahan lain seperti scene mode dan efek filter.

Pada lini terbawah, Anda dapat memilih Panasonic Lumix LZ20 dengan lensa ultra wide 25mm berkemampuan zoom optical 21x yang setara dengan lensa 25-525mm pada kamera 35mm. Kamera ini dilengkapi sensor CCD 16.1 megapixel dan prosesor LSI Venus Engine untuk membantunya mengolah foto resolusi tinggi dan video pada resolusi HD 720p.

Jika pada Panasonic Lumix FZ200 dan FZ60 hadir dengan layar 3 inci bermodel putar, LZ20 hanya menggunakan layar LCD 3 inci biasa dengan tingkat kerapatan 460,000 dots. Untuk fitur tambahan seperti efek filter dan scene mode Anda juga masih dapat menikmatinya meski tidak selengkap FZ200 dan FZ60. Dengan fitur dan spesifikasinya tersebut, tidak heran jika Panasonic memposisikan Panasonic LZ20 ini sebagai kamera prosumer superzoom dengan banderol harga yang terjangkau.

Masuk ke lini kamera saku, Panasonic Lumix SZ5 menjadi andalan terbaru kamera saku Panasonic. Bodinya yang terlihat langsing mengemas sensor CCD 14.1 megapixel dan prosesor Venus Engine untuk membantunya mengolah gambar. Pada sektor lensa, SZ5 dibekali lensa wide 25mm LEICA DC VARIO-ELMAR berkemampuan zoom optical 10x. Namun bukan itu keunggulannya. Keunggulan kamera ini terletak pada konektivitas Wi-Fi yang dimilikinya.

Dengan Wi-Fi, banyak hal yang bisa dilakukan dengan mudah. Misalnya berbagi foto dan video ke jejaring sosial seperti Facebook, Flickr dan Youtube. Anda juga dapat menghubungkan smartphone ke Panasonic Lumix SZ5 untuk dijadikan sebagai remote viewfinder atau memanfaatkan fitur GPS pada smartphone untuk tag hasil foto Anda. Selain dapat digunakan untuk memotret, kamera saku ini juga dapat merekam video HD 720p yang dapat Anda nikmati di layar 3-inci miliknya serta opsi scene mode dan filter yang dapat digunakan untuk mengasah kreativitas.

Untuk harga dan ketersediaan semua produk di atas, masih menunggu informasi resmi dari Panasonic.