Fotografi Makro dapat dilakukan pada objek apa saja. Tanaman, hewan, makanan hingga produk dapat dijadikan sebagai objek untuk menghasilkan sebuah foto makro. Kali ini, kami akan berbagi tips dalam mengambil foto makro secara umum agar Anda dapat menghasilkan foto makro yang lebih baik. Simak langkah-langkahnya berikut ini!

 

1. Menyiapkan Kamera dan Lensa

Salah satu lensa makro dari Canon, Canon EFS 60mm F/2.8 macro

Sebenarnya, untuk membuat sebuah foto makro saat ini sangatlah mudah. Jika tidak memiliki sebuah kamera DSLR, Anda juga dapat menggunakan kamera saku dan memilih mode makro pada kamera untuk mengambil foto.

Tapi jika Anda pengguna kamera DSLR, untuk membuat sebuah foto makro yang baik, Anda wajib memiliki sebuah lensa makro. Lensa makro memang dibanderol dengan harga yang relatif mahal dibandingkan dengan lensa lain, namun tidak perlu khawatir karena kini ada alternatif yang lebih murah. Anda dapat menggunakan adapter lensa makro atau extension tube tambahan untuk mengubah lensa standard menjadi sebuah lensa makro. Misalnya seperti extension tube bermerek Kenko yang tersedia untuk berbagai jenis kamera yang dapat Anda beli dengan harga sekitar Rp 1,2 jutaan.

contoh adapter lensa untuk fotografi makro

2. Perhatikan Lighting atau Pencahayaan

Macro blue
photo credit by: @Doug88888

Semakin dekat ke subjek, pencahayaan akan semakin minim. Begitulah hukumnya dalam fotografi makro. Untuk itu kondisi pencahayaan di sekitar wajib diperhatikan. Pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur ISO serendah mungkin. Sebab pada fotografi makro, gambar yang detil dan bebas ganguan noise adalah yang utama.

Setelah mengatur ISO ke angka terendah, Anda kemudian dapat mengatur bukaan diafragma kamera ke posisi terbesar. Melakukan pengaturan diafragma akan sangat menguntungkan pada pemotretan makro dengan subjek yang tidak bergerak seperti tanaman atau produk. Karena selain akan mendapatkan lebih banyak jumlah cahaya yang masuk, Anda juga akan mendapatkan efek bokeh (blur pada bagian belakang subjek) yang membuat foto tampil lebih artistik.

Namun jika Anda melakukan pemotretan makro ke objek bergerak seperti hewan, maka pengaturan Speed yang tepat adalah kuncinya. Mengapa? Karena biasanya hewan-hewan kecil seperti semut, lalat, nyamuk, belalang, kupu-kupu dan lain-lain dapat bergerak dengan cepat tanpa kita sadari, sehingga momen yang baik akan hilang begitu saja.

3. Jangan ragu menggunakan alat bantu

macro ring flash dan flash

Jika Anda memotret makro untuk sebuah produk, kami sangat menyarankan agar Anda melakukannya di dalam studio. Karena dengan menggunakan bantuan lampu studio yang dapat diatur untuk menyala secara continuos akan mempermudah Anda untuk menentukan titik fokus.

Sedangkan untuk pemotretan makro hewan atau tumbuhan yang biasa dilakukan di luar ruangan, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti Flash, atau flash khusus untuk foto makro jika kondisi pencayaan kurang mendukung. Kemudian, agar gambar yang dihasilkan dapat tetap tajam, jangan lupa gunakan sebuah tripod saat memotret.

4. Perhatikan Fokus dan mode metering

Macro
photo credit by: Gustavo Mazzarollo

Misfokus, atau fokus yang meleset, adalah petaka pada sebuah fotografi makro. Untuk menghindarinya, penggunaan pengaturan fokus secara manual akan lebih efektif dibandingkan dengan mode autofocus. Kemudian agar lebih mudah dan cepat dalam menentukan fokus di mode manual, sebaiknya Anda mengatur opsi metering kamera pada mode Spot metering. Mengapa? Karena penggunaan Spot metering akan membuat kamera menghitung metering pencahayaan hanya di area fokus yang dituju saja.

5. Bersabarlah dan tetap bereksperimen dengan kompisisi

Macro Bokeh
photo credit by: ?CubaGallery

Memotret makro tidak seperti memotret landscape atau potrait. Anda harus memiliki kesabaran ekstra karena pengambilan gambar harus dilakukan sedekat mungkin dengan subjek. Selain perlu kesabaran lebih, kami juga tetap menyarankan agar Anda terus bereksperimen dengan komposisi agar foto makro menjadi lebih baik setiap harinya. Selamat mencoba!!