Notebook Ultraportable awalnya memang dipelopori dan dikuasai oleh Macbook Air. Namun dominasi Apple tersebut akhirnya goyah setelah Samsung mengeluarkan Series 9 yang kemudian diikuti oleh generasi Ultrabook dari berbagai macam vendor. Samsung Series 5 Ultra ini adalah Ultrabook Samsung kelas mainstream yang sekilas memang mirip dengan Series 9. Tapi apakah Series 5 dapat mengikuti kesuksesan pendahulunya? Simak ulasannya di bawah ini.

Konsep & Desain

Sebelumnya saya sudah pernah mencicipi Series 9. Dan saya sangat terpesona dengan keindahan bodi berbahan metal Duralumin miliknya. Namun Samsung Series 5 mengambil jalan yang berbeda – tentu untuk mengurangi biaya produksinya – dan memilih bahan aluminium dan plastik berwarna silver untuk bodinya. Sayangnya, bodinya terasa kurang kokoh, terutama engsel layarnya yang ringkih. Walau tidak sekuat dan sekeren Samsung Series 9, Series 5 tetap terlihat elegan dan bergaya.

Dengan ketebalan hanya 17,6mm dan berat 1,43kg, Samsung Series 5 memang bukan yang tertipis atau pun teringan, tapi Ultrabook ini sangat nyaman di bawa bepergian. Chargernya pun sangat ringkas dan tidak berat.

Ringan dan nyaman dibawa bepergian


Keyboard merupakan faktor penting dalam Ultrabook. Akan tetapi, keyboard Series 5 memberikan kesan pertama yang kurang baik. Jarak tombol dengan dasar keyboard terlalu pendek sehingga mengetik menjadi kurang nyaman – karena kita terbiasa dengan keyboard notebook atau PC yang jaraknya agak jauh. Namun setelah beberapa hari memakainya, hal tersebut tidak menjadi masalah lagi. Tidak hanya keyboard, touchpadnya juga mengeluarkan bunyi ‘klik’nya yang cukup keras saat ditekan. Hal ini bisa mengganggu orang di sekitar atau bahkan mungkin sang pengguna.

Jarak antar tombol serta ukuran keyboardnya cukup pas


Untuk urusan konektivitas, ultrabook yang satu ini cukup memuaskan. Pasalnya, tidak hanya menyematkan 2 buah port USB 2.0, sebuah port USB 3.0, HDMI, LAN berukuran penuh, Multi Card Reader, Bluetooth, headphone/mic combo port, dan VGA melalui kabel opsional.

Di sebelah kanan terdapat port LAN, USB 3.0, HDMI, headphone/mic combo, dan sebuah port VGA yang menggunakan kabel khusus


Di samping kiri hanya terdapat dua port USB 2.0 dan Multi Card Reader

Fitur
Samsung cukup menyertakan banyak software eksklusif bertema “Easy” yang menarik serta fungsional. Pertama ada Easy Setting yang akan memudahkan pengguna untuk mengatur segala sesuatunya mulai dari ExpressCache hingga manajemen daya yang lebih detil. Halaman antarmukanya cukup intuitif dan informatif. Pengguna tidak memerlukan keahlian khusus saat memakainya.

Pengaturan yang cukup detil namun mudah diikuti

Kemudian ada Easy Software Manager yang akan menginformasikan jika ada update driver serta versi terbaru dari aplikasi yang digunakan. Dengan Easy Support Center, proses backup dan restore data menjadi mudah dan tidak repot. Sedangkan Easy File Share akan memudahkan pengguna dalam memindahkan file ke komputer lain dalam satu jaringan.

Bingung saat ingin melakukan backup data? Ini solusinya


Satu fitur yang cukup menarik lainnya adalah Software Launcher. Aplikasi ini akan memunculkan sebuah shortcut bar di bagian bawah tampilan desktop, seperti fitur Mini Apps pada Galaxy Tab.

Yang cukup mengejutkan adalah adanya fitur yang mengoptimalkan tampilan saat menononton film. Namun saya akan membahas hal tersebut lebih lanjut di bagian selanjutnya.

Shortcut aplikasi di bagian bawah seperti ini juga mirip dengan Macbook

Performa
Salah satu kelebihan utama Ultrabook adalah waktu booting dan resume yang cepat. Maka hal tersebut yang pertama kali saya uji. Saat menyalakannya pertama kali, saya mencatat Series 5 membutuhkan waktu 19 detik sebelum masuk ke Windows. Sedangkan dari mode stand-by, Series 5 baru dapat digunakan setelah 3 detik – angka yang kurang fantastis namun masih tergolong cepat.

Model yang masuk ke dalam lab kami ini telah dilengkapi prosesor Intel Core i5-2467m dengan Intel HD Graphics 3000. Dan setelah diuji untuk pemakaian sehari-hari, kinerjanya tergolong memadai. Ditambah dengan RAM DDR3 4GB, semua aplikasi dasar untuk melakukan pekerjaan seperti Office, musik, browsing, berjalan dengan lancar dan mulus. Prosesor tersebut juga memampukan Series 5 untuk memutar film Full-HD dengan lancar.

Sayangnya, ada kabar kurang baik dari layar Series 5. Layar 13,3 inci LED backlit dengan resolusi 1,366 x 768 pixel yang dimilikinya memang sangat terang dan cukup tajam. Namun, saturasi warnanya terlihat sedikit terlalu kuat sehingga terlihat kurang natural. Sudut pandangnya juga tidak terlalu luas.

Tapi masih ada kabar baik untuk para penggemar film. Seperti yang saya singgung di atas, Samsung menyematkan sebuah fitur yang akan mengoptimalkan tampilan saat menonton film. Dan saya cukup puas melihat hasilnya – perbedaannya cukup terasa dan terlihat lebih baik dibandingkan beberapa Ultrabook yang pernah saya coba. Walau memang Ultrabook tidak didesain untuk hal tersebut, namun ini adalah sebuah nilai plus tersendiri.

Jika Anda bertanya-tanya mengenai audionya, dapat saya katakan bahwa Samsung Series 5 memiliki keunggulan dibandingkan dengan beberapa kompetitornya. Saya tidak menyangka bahwa suara yang keluar dari bodi tipisnya begitu besar seperti notebook biasa. Sayangnya, kualitas audionya kurang begitu jernih dan seimbang.

Kesimpulan
Samsung Series 5 menawarkan portabilitas tinggi, kinerja yang luat, serta desain yang bergaya. Bobot yang ringan dengan bentuk yang tipis memberi kenyamanan ekstra di saat Anda sering bepergian. Berbicara mengenai desain pun, Samsung Series 5 tidak mengecewakan. Penggunaan Intel Core i5-2467m juga memastikan kinerja multitasking yang cukup hebat untuk mendukung pekerjaan. Kombinasi tersebut rasanya cocok untuk para eksekutif muda serta wanita karir yang bermobilitas tinggi.

Harga yang tidak mencapai angka 9 juta rupiah juga membuatnya cukup menggiurkan. Walau memang masih banyak kekurangan di berbagai sektor seperti layar, audio, kecepatan resume, dan keyboard, Samsung Series 5 ini masih cukup layak untuk Anda pilih. Namun jika kenyamanan mengetik yang dicari, saya menyarankan untuk melirik yang lain terlebih dahulu.

Kelebihan:
+ Ringan dan tipis
+ Desain elegan
+ Aplikasi bawaan cukup berguna
+ Performa oke
+ Harga cukup menarik

Kekurangan:
- Keyboard kurang nyaman
- Warna yang dihasilkan kurang alami
- Terkesan kurang kokoh