Salah seorang pembaca yangcanggih di artikel ini berkomentar bahwa, ia mencari smartphone berbasis CDMA Samsung berikutnya karena GALAXY y terasa “nanggung” bagi pengguna GALAXY mini tersebut. Hanya dua hari setelah beliau meninggalkan komentar tersebut, kami mendapat kabar mengenai Samsung GALAXY Proclaim.

Dengan cita rasa desain lebih “tinggi” dibanding GALAXY y CDMA, Proclaim yang masih menganut Gingerbread sebagai sistem operasinya tersebut diperuntukkan pada kelas menengah. Pada gambar bisa dilihat, Proclaim masih mempertahankan kontur timbul di bagian casing terutama sisi belakang, untuk mengantisipasi tangan yang mudah berkeringat agar tidak licin.

Layar 3.5 inci HVGA dengan resolusi 320×480 pixel siap menampilkan antarmuka khas Samsung, yakni ToucWiz. Yang menarik, meski akan dibanderol di posisi harga di bawah Rp 2 juta (sekitar $180 atau Rp 1,7 jutaan), Proclaim sudah menggunakan prosesor 1GHz sebagai otaknya.

Di sektor multimedia, terdapat kamera 3MP yang “berdiri sendiri”, alias tidak ditemani lampu kilat. Hasil foto maupun video dapat ditampung pada memori internal yang cukup lega untuk smartphone di kelasnya, yakni 1GB dengan opsi penambahan via microSD.

Urusan koneksi, selain fitur standar seperti WiFi (plus tethering) dan Bluetooth, Proclaim mampu berselancar di dunia maya menggunakan teknologi EVDO Rev.A, masih sama seperti pendahulunya, dengan kecepatan maksimum 3.1Mbps. Sementara untuk daya tahan baterai, kapasitas 1500mAh nampaknya akan memberikan Anda waktu aktif standar saja, karena memang tidak termasuk baterai berkapasitas besar.

Semoga saja Proclaim masuk ke pasar Indonesia karena konsumen kita, seperti Paulus Santoso di atas, membutuhkan lebih banyak variasi smartphone Android di jaringan CDMA.