Video di atas mendapat banyak respons serta perhatian publik pada acara BlackBerry World lalu. Ya, fitur Floating Auto-prediction pada virtual keyboard yang terdapat pada perangkat ber-OS BlackBerry 10 tersebut dirasa sangat penting mengingat RIM mulai meninggalkan keyboard fisik di device terbaru mereka itu. Tak seperti yang kita kenal, teknologi ini memiliki beberapa keunggulan seperti yang telah Anda saksikan di video tersebut.

Secara umum, gambaran fitur prediksi otomatis ini memang mirip dengan prediksi teks era sebelumnya secara fungsi, namun tidak secara teori. Di BB OS 10 yang semakin pintar, sistem akan langsung memprediksi kira-kira kata apa yang akan Anda ketikkan berikutnya. Karta tersebut akan ditampilkan di bagian tombol dengan huruf yang sama dengan awalan kata tersebut. Hanya satu kata per huruf, sehingga tidak membuat pusing.

Jika kata yang Anda inginkan dengan yang diprediksikan sesuai, Anda cukup menyentuh kata tersebut lalu menyapukan jari Anda ke atas, tepatnya ke bidang teks yang sedang ditulis. Hal ini akan terus menerus berulang hingga Anda selesai menulis teks tersebut. Fitur ini memberikan prediksi berdasarkan analisa dari pesan yang pernah Anda tulis sebelumnya. Tapi belum ada informasi apakah pesan dalam bahasa Indonesia akan dapat diprediksi dengan tepat.

Kecerdasan sistem tersebut bahkan menginspirasi para pengembang untuk menerapkannya di OS lain, seperti iOS. Baru-baru ini, ramai terdengar aplikasi Octopus Keyboard yang memberikan Anda fitur dan kenyamanan mengetik yang sama persis di layar iPhone/iPad. Sistem akan mempelajari juga kata-kata yang sering Anda gunakan sehingga prediksinya akan semakin tepat di kemudian hari. Bugs seperti kapitalisasi huruf secara otomatis pada versi beta-nya memang masih ditemukan, namun tentu saja perbaikan via update akan dengan cepat dilakukan oleh tim pengembang.

Coba saja Anda bandingkan lewat video berikut; mana yang lebih menarik?