Review: Sony Xperia S

Saat diadakan acara penjualan perdana di Jakarta sekitar sebulan lalu, saya sempat melakukan hands on smartphone pertama Sony yang berlabel Xperia S. Desain persegi panjangnya cukup menarik perhatian banyak pihak terutama dengan adanya aksen garis transparan yang melingkari smartphone ini. Nah, setelah kini mengujinya dengan lebih mendalam, mampukah Sony Xperia S cukup memikat para konsumen untuk membelinya?

DESAIN

Sisi desain Xperia S memiliki pendekatan minimalis yang rapi, terlihat dari bentuk persegi panjang bersudut tegas di tiap-tiap ujungnya. Logo “SONY” di atas speaker akan membuatnya sepintas terlihat seperti produk MP3 player, apalagi bagi mereka yang tidak mengetahui perihal perubahan merek dari Sony Ericsson ke Sony.

Di bawah layarnya masih tersemat 3 tombol sensitif sentuh dengan fungsi Kembali, Beranda dan Opsi. Menariknya, logo masing-masing fungsi tombol tadi tercetak di atas bidang transparan layaknya kaca. Bidang paling bawah di sisi depan maupun sebaliknya, Sony masih menonjolkan nama XPERIA sebagai nilai jual smartphone Android mereka yang pernah merajai pasar Tanah Air itu. Bahkan di sisi belakang-bawah, logo Sony Ericsson timbul masih ditanamkan, seolah menegaskan bahwa ini benar-benar penerus smartphone Xperia milik brand sebelumnya.

Tombol daya diletakkan bersebelahan namun tidak sejajar dengan jack audio 3.5mm yang ada di sisi atas kiri. Port microUSB dengan penutup karet ada di sisi kiri, sementara tombol kamera, volume serta port HDMI yang juga berpenutup di sisi kanan ponsel. Kehadiran tombol kamera di sini tak hanya untuk masuk ke modus kamera, mengambil foto serta video seperti biasa, melainkan Anda dapat langsung mengaktifkan kamera dengan cepat meski layar dalam posisi terkunci.

Lensa kameranya sendiri terdapat di atas lampu kilat, speaker eksternal dan mikrofon tambahan untuk merekam suara lebih “direct”, sementara kamera depan ada di sisi depan sebelah kanan, dan sensor cahaya di ujung kirinya. Dengan ketebalan di sisi-sisinya tersebut, Anda bisa meletakkan Xperia S dalam posisi berdiri sehingga tak memerlukan tripod mini maupun penyangga saat menggunakan kamera. Secara keseluruhan, Xperia S hadir dengan desain modern yang menggoda.

Seperti nampak pada gambar di bawah, kartu SIM ukuran normal tidak dapat diselipkan ke Xperia S. Artinya, Anda harus menggunakan microSIM card untuk dapat menggunakan fitur telepon, SMS dan data via 3G/HSPA. Selain itu, jika baterai kelak mengalami kebocoran, Anda harus membawanya ke service center resmi Sony mengingat baterai Xperia S bukan bertipe removeable yang dapat dilepas pasang sendiri.

FITUR

Antarmuka yang digunakan oleh Xperia S masih membawa ciri khas tampilan Sony Ericsson seri Xperia, namun dengan beberapa penyegaran. Perubahan ini dapat ditemukan di sisi wallpaper, live wallpaper dan tema. Secara default, terdapat 5 halaman beranda dengan widget-widget yang sudah disematkan, yang tentunya dapat diatur sesuai kebutuhan. Misalnya pada halaman paling kiri, terdapat info cuaca dari AccuWeather.com dan ikon pintasan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan WiFi, Bluetooth, lalu lintas data selular (GPRS), GPS, penyelarasan data otomatis (auto update), hot spot (tethering), lampu latar (backlight), modus pesawat (airplane mode) dan modus jelajah alias Roaming.

Di halaman kedua tersemat beberapa widget yang berhubungan dengan jejaring sosial, seperti daftar 7 teman Facebook Anda yang memiliki aktifitas baru, serta Feed dari status-status yang mereka posting. Interval update dapat Anda atur sesuai kebutuhan, atau bisa Anda lakukan secara manual dengan menyentuh tombol panah searah jarum jam di sudut kanan atas masing-masing widget.

Sementara itu, di halaman tengah atau ketiga, yang notabene adalah halaman Beranda utama, hanya tersemat kotak pencarian Google lengkap dengan penelusuran suara, serta jam digital.

Masuk ke menu utama, cita rasa khas Xperia juga nampak di sana. Namun Sony melakukan berbagai kostumisasi tambahan di sektor ini. Seperti terlihat, terdapat tiga ikon di bawah daftar aplikasi. Fungsi ikon pertama alias paling kiri adalah pengaturan tampilan aplikasi di menu, apakah kustom, diurutkan secara alfabetis, diurutkan menurut dari yang paling sering digunakan, atau yang baru saja diinstal. Sementara itu yang berada di tengah bisa ditebak, Anda akan dibawa kembali ke Beranda ketika menyentuh ikon bergambar rumah tersebut.

Halaman berikutnya merupakan bagian multimedia. Ada widget Musik & Video yang dibagikan teman-teman Anda di Facebook, sehingga Anda bisa ikut menyaksikan apa yang mereka tonton. Di bawahnya, pintasan kontrol pemutar lagu juga akan memudahkan Anda ketika hendak mendengarkan lagu-lagu favorit tanpa perlu masuk ke menu. Selain itu, terdapat juga akses langsung ke galeri foto dengan tampilan thumbnail menumpuk foto-foto yang terdapat pada Galeri tersebut.

Ikon ketiga tak kalah menarik, yang berfungsi untuk menghapus instalasi aplikasi yang sudah tidak Anda butuhkan dengan mudah dan cepat; tak perlu lagi harus masuk ke Pengaturan Aplikasi terlebih dahulu. Nampaknya Sony mengadopsi kemudahan yang ditawarkan oleh OS Honeycomb dan ICS mengingat Xperia S dijual dengan Gingerbread v.2.3.7 saja. Tentu ini menjadi nilai jual sebelum datang upgrade ke ICS.

Tak banyak yang bisa saya bahas lebih lanjut di sektor menu dan aplikasi, mengingat berbagai fitur tersebut sudah jamak kita temui di seri Xperia sebelumnya. Bahkan sedikit mengecewakan karena tidak adanya game bawaan dari Sony, meski smartphone ini sudah bersertifikat PlayStation. Sementara fitur Tag yang berbasis NFC belum bisa saya maksimalkan karena terbatasnya penunjang.

Fitur navigasi juga terjamin berkat hadirnya Wisepilot for Xperia. Di awal penggunaan, Anda akan diminta untuk mendaftar dulu menggunakan nama pengguna dan sandi yang diberikan. Setelah itu, pilih Bahasa Indonesia (sesuai selera, sih) dan aplikasi akan melakukan restart (bukan smartphone, hanya aplikasi Wisepilot-nya) dan Anda sudah dapat menggunakannya seperti biasa: menemukan lokasi obyek-obyek penting yang terdekat dari lokasi Anda, menemukan alamat dan meminta panduan menuju ke lokasi, dsb.

PERFORMA

Layar Xperia S dijejali dengan berbagai teknologi pendukung supaya bisa memberikan kenyamanan dan performa ekstra untuk penggunanya. Dengan ukuran 4.3 inci, total ada 5 titik sentuh (pada gambar hanya 4) yang bisa dibaca dalam waktu bersamaan. Selama menggunakan keyboard virtual Xperia S baik secara vertikal maupun horizontal, tidak ditemukan masalah yang mengganggu terutama dalam hal respons serta keakuratan dalam membaca perintah sentuhan.

Sementara untuk performa hardware, benchmark menggunakan Quadrant mencatatkan Xperia S sebagai peringkat teratas, mengungguli Samsung GALAXY Tab, Nexus dan Nexus S dengan skor 3087. Hasil benchmarking dengan AnTuTu juga bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini, di mana Xperia S mendapat total skor 6278. Sebagai perbandingan, skor tertinggi berada di angka 14277 yang masih dipegang oleh ASUS Transformer Prime.

Fitur multimedia tak pernah lepas dari “perlakuan khusus” lini smartphone Sony (Ericsson), baik audio, imaging maupun video. Pemutar musik di seri ini, meski tidak diberikan embel-embel Walkman, namun tetap menyajikan fitur lengkap dan performa yang mumpuni. Anda bisa memilih ekualiser non-aktif, heavy, pop, jazz, unique, soul, easy listening, bass boost atau kustom yang dapat Anda atur secara manual. Selain itu, Anda dapat mengubah informasi file lagu dan Album Art yang bisa diambil dari galeri, atau dicarikan secara otomatis di Internet.

Performa “mumpuni” yang saya sebutkan di atas terutama menyangkut keluaran suaranya yang bertenaga, baik ketika didengarkan menggunakan speaker eksternal maupun headset bawaan. Bahkan ketika saya menyandingkannya dengan HTC Evo 3D, memainkan lagu yang sama, speaker Xperia S sangat mendominasi dengan kualitas audio tetap terjaga alias tidak “pecah”. Sementara fitur tambahan lain seperti TrackID juga tersedia. Fitur yang memang diambil dari jajaran ponsel Sony Ericsson Walkman ini dapat membantu Anda menemukan judul dan artis sebuah lagu dengan cepat.

Keunggulan juga saya rasakan di sektor kamera. Tidak sampai mengherankan, mengingat smartphone Sony Ericsson terdahulu dikenal memiliki kualitas foto yang amat baik. Fitur pengenalan wajah, akurasi kontras, kecepatan autofokus dan terutama kualitas foto maupun video Full HD akan memuaskan Anda yang senang akan fotografi maupun videografi. Hasilnya bisa Anda lihat di GALERI. Namun sedikit catatan, fokusnya bereaksi agak lambat ketika saya mengambil foto maupun video bunga berwarna putih, yang sedikit memantulkan cahaya mentari sore. Jadi perhatikan subyek foto Anda jika ingin mencapai performa maksimal. Meski begitu secara keseluruhan, performa di sektor imaging tergolong baik.

Daya tahan baterai cukup jadi perhatian. Dalam kondisi stand by (menyala tanpa digunakan), indikator Xperia S bisa berkurang cukup signifikan, sekitar 15%, hanya dalam waktu 4 jam saja. Tentu pengurangan akan semakin cepat jika Anda menggunakan berbagai fitur di dalamnya secara terus menerus. Yang perlu diingat adalah, Xperia S menggunakan baterai tertanam alias built in yang tidak mudah dilepas pasang, sehingga manajemen pengisian baterai harus Anda perhatikan dengan baik agar baterai dapat bertahan lebih lama.

GALERI

Tips: Mainkan (play) video di bawah, tunggu hingga buffer pertama, lalu tahan (pause) saat video mulai dimainkan, sembari Anda melanjutkan membaca hingga proses buffer selesai. Klik pada foto untuk melihatnya dalam resolusi penuh.

Foto

Luar ruang, resolusi 4000×2250 (wide)

Sony Xperia S outdoor 1

Luar ruang, resolusi 4000×3000

Sony Xperia S outdoor 2

Dalam ruang, resolusi 4000×3000

Sony Xperia S indoor

Video

KESIMPULAN

Sebagai smartphone pertama Sony setelah proses akuisisi 100% divisi mobile phone, Xperia S dapat memenuhi ekspektasi dengan segala keunggulannya. Sayang, meski sudah mengantongi lisensi PlayStation, tiadanya game bawaan membuat fitur ini tidak bisa saya coba – selain beberapa fitur lain yang memanfaatkan teknologi NFC dan DLNA karena keterbatasan saya sebagai penguji. Channel khusus SONY di Play Store, yang merupakan rekomendasi aplikasi-aplikasi untuk Xperia S pun, saya rasa tak banyak membantu.

Jika Anda penggemar brand Sony maupun Sony Ericsson yang ingin mencicipi smartphone pertama mereka, Xperia S, sekali lagi, dapat memenuhi ekspektasi baik dari hal desain, fitur hingga performa. Bahkan terkait dengan hal ketiga, mereka yang biasa menggunakan smartphone dari pabrikan lain pun mungkin akan tertarik untuk mencoba Xperia S. Sayangnya, penggunaan microSIM yang belum begitu populer, nampaknya akan menjadi kendala bagi sebagian orang.

Untuk harga, Sony Xperia S dipasarkan di kisaran Rp 5.499.000. Ini menjadikannya sebagai salah satu smartphone Android yang harganya cukup di atas, walaupun jelas bukan yang paling mahal. Kembali menilik dari apa yang ditawarkan, harga ini cukup pantas. Jika kriteria Anda mengenai sebuah smartphone Android harus memadukan kecantikan dan kepintaran, dan Anda memiliki dana yang cukup, Sony Xperia S akan menjadi pilihan yang memuaskan.

Kelebihan:
(+) Desain menarik dan berbeda dibandingkan smartphone Android lainnya
(+) Harga relatif murah
(+) Fitur multimedia memuaskan (audio/visual)
(+) Teknologi NFC
(+) Kualitas tampilan & respons layar baik
(+) Tombol rana kamera
(+) Menggunakan microSIM (jika Anda menyukainya)
(+) Baterai built-in (jika Anda menyukainya)

Kekurangan:
(-) Tidak ada game dalam paketnya
(-) Daya tahan baterai
(-) Menggunakan microSIM (jika Anda tidak menyukainya)
(-) Baterai built-in (jika Anda tidak menyukainya)

Alternatif: HTC One X, HTC Sensation XE, HTC Sensation XL, Samsung GALAXY Nexus, Samsung GALAXY SII, Motorola Droid RAZR.

About The Author

Memiliki pengalaman melaporkan dan mengulas produk telekomunikasi sejak 2009, pria bernama lengkap Rateka Winner Lee ini juga menggemari dunia videografi berkat latar pendidikannya di FFTV IKJ.

One Response

  1. melly

    maaf, kalau untuk record sound nya kayaknya tdk ada, ya? t.ksh sebelumnya