Hanya beberapa bulan setelah meluncurkan GALAXY Young, Samsung Indonesia melempar seri GALAXY W ke pasar. Bedanya, tak banyak “woro-woro” yang dilakukan Samsung saat peluncuran smartphone bernama “Wonder” tersebut. Akankah smartphone ini semenakjubkan dan seluar biasa namanya?

DESAIN

Wonder memiliki desain khas smartphone Samsung. Bagian depannya terlihat biasa saja, dengan earpiece di atas brand “SAMSUNG” ditemani dengan kamera depan; serta tombol home di bawah layar diapit dua touch-sensitive button, yakni tombol Menu Pilihan di kiri dan tombol Back di kanan.

Seperti biasa, Samsung menempatkan tombol volume di sisi kiri ponsel. Mudah dioperasikan oleh jari tengah saat ponsel berada di genggaman tangan kanan, atau ibu jari saat Anda menggunakannya dengan tangan kiri. Tombol daya ada di sisi kanan atas agar juga mudah dijangkau oleh ibu jari kanan saat digunakan dengan satu tangan. Secara umum, Wonder tampil cukup slim.

Port microUSB dan jack audio 3.5mm ada di sisi atas. Penutup port microUSB GALAXY W bertipe geser sehingga lebih tahan lama ketimbang model yang digunakan pada GALAXY Y, yang patah sebagian setelah 4 bulan pemakaian akibat sulit dibuka.

Nah, Wonder akan terlihat lebih menarik jika dilihat dari sisi belakang. Penampang kamera dan lampu kilatnya berjenis glossy yang licin dan berwarna lebih muda dibanding penutup baterainya yang bertekstur kesat, sehingga nyaman dipegang meski tangan sedikit berkeringat.

Sementara itu, speaker eksternal Wonder terletak di bagian belakang, beberapa milimeter di bawah pahatan “SAMSUNG”. Dua lubang memanjang siap memancarkan suara saat memainkan audio maupun video. Dengan desain seperti ini, audio saat mendengarkan lagu tentu akan optimal jika ponsel diletakkan terbalik. Mungkin Samsung sependapat dengan saya mengenai tampilan belakang yang lebih menarik dilihat, sehingga mereka meletakkan speakernya di sini.

Buka casing belakang untuk menemukan slot microSD yang untungnya, masih bersifat hotswap — artinya Anda tidak perlu mematikan perangkat dan mencabut baterai untuk melepas maupun memasangnya kembali.

FITUR

Masih membawa bekal “roti jahe” untuk bertarung di pasar smartphone membuat tampilan antarmuka Wonder tidak “mengagumkan”, alias standar saja. Secara default halaman Beranda-nya terdiri dari 7 bagian – ya, ini jumlah yang terlalu banyak. Tapi dengan menyentuh tombol menu pilihan, Anda bisa mengedit halaman dengan sangat mudah: tahan halaman yang tidak diinginkan dan geser ke bawah (kolom “Remove”) untuk menghapusnya, serta sentuh tanda “+” untuk menambahnya.

Sedangkan pada batang notifikasi, jalan pintas ke fungsi-fungsi penting seperti WiFi, Bluetooth, GPS, Suara dan rotasi otomatis masih dipertahankan. Ngomong-ngomong soal rotasi otomatis, pada produk prototipe yang saya uji, fungsi ini mengalami gangguan yang cukup parah, dan akan saya bahas lebih lanjut nanti.

Untunglah pilihan Live Wallpaper yang disediakan cukup menolong. Meski bukan “barang baru”, namun pilihan Ocean & Windy Weather masih mampu memanjakan mata, apalagi kondisinya disesuaikan dengan waktu serta cuaca saat ini. Berbagai widget standar juga telah disediakan oleh Samsung, sehingga memaksimalisasikan TouchWiz UI yang disertakannya. Termasuk Task Manager yang dapat diakses dengan menahan tombol Home selama beberapa detik.

Masuk ke menu, sekilas tak ada yang spesial yang bisa Anda temukan. Namun tunggu dulu, coba sentuh tombol menu pilihan, maka Anda akan temukan opsi Edit, List view dan Share app. Dengan Edit, Anda bisa menambah Folder dan Halaman. Sedangkan List view akan mengubah tampilan menu menjadi daftar seperti layaknya yang bisa Anda temukan pada daftar kontak – dan ini cukup menyegarkan. Satu lagi, Share app memungkinkan Anda mengirim aplikasi ke perangkat lain via Bluetooth, email ataupun Messaging.

Berbagai fitur standar Android Samsung bisa kita temukan, seperti Social Hub yang memungkinkan Anda mengecek semua pesan masuk dan update akun social networking Anda dalam satu layar, chatting real time, sinkronisasi kontak serta mengatur jadwal lintas akun SNS. Lalu ada juga Game Hub dan Music Hub, namun sayangnya masih belum tersedia penuh untuk pasar Indonesia.

Ingat fitur Etiquette yang diperkenalkan Samsung beberapa tahun lalu? Fitur yang memanfaatkan sensor gyro untuk mematikan bunyi panggilan telepon saat ponsel ditelungkupkan tersebut, juga tersedia di Wonder. Namun seperti sudah saya singgung di atas, pada produk prototipe ini, sensor gyro tidak bekerja dengan baik. Seperti saat saya menggunakan kamera; jika ponsel saya pegang dengan posisi lanskap (logo Samsung dan posisi lensa di kiri), maka UI kamera akan berubah arah menjadi potrait. Sebaliknya, jika saya memegang ponsel dalam posisi potrait (lensa di atas), maka UI kamera akan memosisikan diri seolah-olah saya memegangnya dalam posisi lanskap.

Ngomong-ngomong soal kamera, baik foto maupun video yang dihasilkan oleh Wonder tergolong sangat baik. Fokus otomatisnya mampu bekerja cepat, termasuk dalam merespons touch focus yang juga didukungnya. Video HD 720p juga terasa maksimal, baik tangkapan gambar maupun suaranya.

PERFORMA

Dari 3 benchmark yang saya lakukan, 1 di antaranya tidak berhasil mendapatkan poin, yakni benchmark performa Wonder dalam membuka berbagai konten di internet menggunakan Vellamo besutan Qualcomm. Namun untuk hasil Quadrant bisa dilihat, Wonder mampu mengungguli Nexus S pertama Samsung dan berada di bawah GALAXY Nexus.

Karena gagal saat diuji menggunakan software benchmark, saya menguji secara langsung peramban milik Wonder. Wonder mampu membuka yangcanggih.com dengan lancar, baik versi Mobile maupun versi Web penuh. Slide artikel pilihan mampu berjalan dengan smooth. Namun rasanya masih kurang meyakinkan jika saya tidak mencoba masuk ke situs yang memiliki konten flash lebih berat, maka saya berkunjung MivoTV. Hebatnya siaran TV online juga mampu ditampilkan dengan baik.

Keyboard virtual Wonder mampu merespons sentuhan dengan baik. Indikasi mudahnya: typo jarang terjadi. Sedangkan daya tahan baterai Li-ion 1500mAH-nya tergolong biasa saja, jika digunakan aktif secara terus menerus, energinya akan cepat berkurang dan habis tak lebih dari 12 jam.

GALERI


Tips
Foto: Klik gambar untuk melihat resolusi penuh.
Video: Mainkan (Play) video di bawah, tunggu hingga proses buffer pertamanya selesai, tahan (Pause) saat video mulai main dan lanjutkan menonton saat Anda telah selesai membaca. Video direkam dalam resolusi HD 720p. Klik gambar gir untuk mengubah resolusi lebih tinggi jika tersedia.

Samsung GALAXY Wonder - Night

Samsung GALAXY Wonder - outdoor

Samsung GALAXY Wonder - selective focus

Samsung GALAXY Wonder - macro

KESIMPULAN

Samsung GALAXY Wonder termasuk layak diperhitungkan jika Anda mencari smartphone Android dengan kinerja yang baik dan kemampuan kamera mumpuni. Berbagai kekurangan seperti pada sensor gerak yang ‘amburadul’ mungkin tak akan Anda temui di versi jualnya. Namun perlu diingat bahwa dengan harga hampir Rp 3 juta, Samsung belum memberikan kaca layar yang tangguh seperti Gorilla Glass atau semacamnya, sehingga Anda harus lebih hati-hati dalam penggunaannya.

Pros:
(+) Desain menarik (terutama bagian belakang)
(+) Kinerja baik
(+) Hasil foto & video memuaskan
(+) Samsung TouchWiz dengan berbagai kemudahan ekstra
(+) Harga terjangkau

Cons:
(-) Sensor gyro tidak berfungsi baik (produk prototype)
(-) Belum menggunakan Gorilla Glass

Harga: Rp 2,8 jutaan
Dimensi: 115.5×59.8×11.5mm
Bobot: 114.7g
Layar: TFT 3.7 inci, 480×800 piksel
Memori: internal 1.7GB, RAM 512MB, ROM 2GB, eksternal microSD hingga 32GB
Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v3.0 A2DP, microUSB 2.0
Kamera: 5 MP (2592×1944), autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face & smile detection, video 720p@30fps, kamera depan VGA
Sistem Operasi: Android v2.3.5 (Gingerbread)
Prosesor: Qualcomm MSM8255T Snapdragon 1.4 GHz Scorpion, GPU Adreno 205
Player: MP3/WAV/eAAC+/Flac (audio), MP4/DivX/XviD/WMV/H.264/H.263 (video)
Baterai: Li-Ion 1500 mAh