Untuk sebagian orang, kehadiran Samsung GALAXY Y (Young) terasa istimewa. Dengan budget minimum, mereka sudah bisa mendapatkan sebuah smartphone bersistem operasi yang paling cepat pertumbuhannya saat ini, Android (Gingerbread-2.3), dari vendor ternama asal Korea. Apalagi selain versi GSM, pertengahan November lalu Samsung juga mengeluarkan versi yang berjalan di jaringan CDMA sehingga untuk pelajar maupun mahasiswa, akan dimanjakan pula dengan tarif murah yang telah melekat pada produk-produk CDMA.

Samsung Galaxy Y desain Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Kali ini, saya berkesempatan untuk menguji secara langsung performa Young versi CDMA (SCH i509) dibundling bersama kartu perdana Esia EVDO baru, yang untuk akses di jalur cepat EVDO Rev.A-nya didukung oleh jaringan AHA.

[tab:Desain]

Samsung Galaxy Y desain both Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Desain: Minimalis & Elegan

Meski bisa saja Samsung ‘mendandani’ Young dengan berbagai atribut anak muda (seperti yang mereka lakukan dengan Samsung Champ edisi Hello Kitty), namun Samsung memilih konsep minimalis yang secara keseluruhan tetap mampu tampil elegan untuk Young ini. Tentu saja imbas positif terasa bagi mereka yang sudah bekerja namun belum berpenghasilan mapan, karena dengan Young pekerjaan dan komunikasi mereka dapat terbantu tanpa perlu mengorbankan penampilan.

samsung galaxy y top Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Desainnya masih menganut konsep desain smartphone Samsung. Pada bagian muka, Anda akan menemukan speaker, layar dan 2 buah sensitive touch button yang mengapit tombol Home di tengah. Di sisi kanan terdapat tombol daya minus shutter kamera, sedangkan di sisi kiri ada 2 tombol pengatur volume. Port micro USB beserta jack audio 3.5mm terletak di atas, sementara mikrofon dan kait pembuka casing belakang ada di bagian bawah.

samsung galaxy y inside Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Meski terbuat dari plastik, pemilihan warna silver semi metalik dan baluran kontur titik di sekujur tubuhnya membuat kesan elegan tersebut juga muncul – selain meminimalisir kesan licin bagi Anda yang telapak tangannya mudah berkeringat seperti saya. Lensa kamera ditemani 2 lubang memanjang tempat keluarnya suara ikut menghiasi bagian yang mudah dilepas-pasang tersebut. Sementara itu slot microSD berada di bagian dalam bodi Young yang dikelir putih, dengan tetap mempertahankan fungsi hot swap.

[tab:Fitur]

samsung galaxy y homescreen Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

OS Gingerbread membuat tampilan Young tak jauh berbeda dengan seri Samsung lain yang lebih mahal sekalipun, apalagi personalisasi ala Samsung bernama TouchWiz juga sudah dibenamkan. Pada layar beranda atau homescreen, terdapat 3 halaman yang dapat dikostumisasi sesuai dengan kebutuhan Anda dengan berbagai widget yang telah disediakan ataupun pintasan (shortcut) ke aplikasi. Coba gunakan widget cuaca dari AccuWeather, maka Anda akan selalu update mengenai kondisi cuaca hingga tiap jamnya.

Samsung galaxy y main menu 610x269 Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Selain menu bawaan dari Google, saya juga dapat menemukan Social Hub dan Samsung Apps yang hanya bisa ditemui di produk Samsung. Fasilitas pengolah dokumen dipercayakan pada QuickOffice, sayang hanya sebatas edit saja. Namun ini sudah termasuk cukup, mengingat akan sangat sulit mengetik banyak di layarnya yang hanya berukuran 3 inci.

samsung galaxy y samsungapps Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Bicara soal Samsung Apps untuk Android ini, Anda bisa mendapat berbagai macam aplikasi yang direkomendasikan oleh Samsung untuk perangkat Anda. Saat saya coba mengunduh Asphalt 6: Adrenaline versi trial yang disediakan untuk mencoba grafis Young, ternyata hasilnya cukup menggelikan. Pasalnya, Asphalt yang terinstal (dan kompatibel dengan Young) hanyalah yang versi sederhana saja, dengan grafis 2D “seadanya”. Wajar untuk ponsel semurah ini, namun terasa sayang karena dukungan prosesornya sudah lumayan.

[tab:Multimedia]

Pemutar musik
samsung galaxy y music player Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Meski merupakan smartphone dengan harga tak lebih dari Rp.1,2 juta, namun pemutar musik milik Young sudah memiliki fasilitas 5.1 surround yang hanya bisa diaplikasikan ketika menggunakan earphone. Sayang, hasil keluaran suaranya justru lebih bagus (bagi saya) jika menggunakan modus normal dengan menggunakan salah satu ekualiser dari beberapa yang disediakan.

Radio FM
samsung galaxy y radio Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Radio FM di Young tentu sebagai sebuah hal sederhana yang kadang tetap dicari. Meski Anda masih membutuhkan earphone untuk antena, namun pengaturan untuk kapan radio mati dengan interval waktu tertentu (setelah 30 menit, 1 dan 2 jam) sudah tersedia.

Kamera Foto
samsung galaxy y kamera Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Kamera beresolusi 2MP sudah ditambatkan pada Young. Dengan harga segini wajar rasanya tak ada lampu kilat dan fungsi fokus otomatis yang ditemukan. Sedangkan videonya mampu memproduksi hingga resolusi QVGA dengan kecepatan 15fps. Hmm, bagaimana yah hasilnya?

samsung galaxy y camera outdoor Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Foto Outdoor

Meski warna belum benar-benar natural karena sedikit over pada brightness-nya, namun detil pada bunga mampu tertampil dengan baik tanpa mengorbankan background dalam kondisi cahaya berlimpah di luar ruang.

samsung galaxy y indoor Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Hasil pengambilan gambar di dalam ruang berpenerangan cukup termasuk bagus, meski tidak menggunakan mode malam (malah sebaiknya dihindari karena gambar akan nampak pecah). Namun ketiadaan lampu kilat membuat Anda kudu benar-benar steady ketika mengambil gambar, jika tak mau foto Anda terlihat kabur seperti hasil di atas.

Kamera Video
samsung galaxy y video Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Untuk menguji hasil rekaman, saya mencoba merekam video (justru) di dalam ruangan yang mendapat asupan cahaya hanya dari sebuah lampu, dengan menyetel musik sebagai penguji hasil tangkapan suara. Dengan format MP4 dan frame rate 15/detik, video di bawah ini tidak nampak buruk di mata saya. Hasil rekaman tergolong cukup halus, suara yang dihasilkan juga jernih (di YouTube diinformasikan bahwa hasil rekaman suaranya adalah AAC, yang tentu lebih bagus dibanding dengan MP3).

[tab:Benchmark & Performa]

samsung galaxy y benchmark quadrant Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Secara spesifikasi, Young terlihat menjanjikan berbanding dengan harga yang ditawarkan. Setelah dibenchmark menggunakan Quadrant Standard, hasil cukup mengejutkan didapat Young di mana dengan skor 962, ia masih menempati posisi di atas Galaxy S! Di sisi lain, benchmark ala Vellamo yang menguji performa ponsel dalam membuka berbagai macam konten di beberapa situs, Young memperoleh skor 276. Sedangkan untuk pengujian multitouch pada layar, Young mendapat catatan hanya mampu membaca tak lebih dari 2 sentuhan secara bersamaan. Yang penting namanya “multitouch” kan?

samsung galaxy y benchmark velamo Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Oke, sekarang saatnya menjajal kualitas jaringan dalam berselancar di dunia maya. Pertama saya gunakan untuk mengunduh berbagai aplikasi benchmark di atas dari Market, performa kecepatannya bisa dibilang di atas rata-rata. Lalu untuk membuktikan kenyamanan saat streaming YouTube, saya membuka video review HTC Evo 3D saya sebelumnya yang berdurasi sekitar 2 menit dan tebak hasilnya: video dapat berjalan sangat lancar dengan proses buffer yang cepat, mendahului proses putar yang sedang berlangsung dengan cukup jauh! Padahal tidak demikian ketika saya menggunakan koneksi AHA melalui modem dan berselancar via PC, di mana proses buffer sudah semakin terasa saja. Kesimpulan saya adalah, Esia maupun AHA sejauh ini sangat prima digunakan untuk mendukung kinerja smartphone terutama untuk masalah kecepatan data, karena penggunaan datanya yang masih lebih kecil dibanding ketika kita membukanya via PC.

samsung galaxy y utube Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Agar lebih real, tak lupa saya mengunduh aplikasi SpeedTest dari Market. Di kawasan ITC Roxy Mas, saya bisa mendapat kecepatan unggah yang mampu melebihi kecepatan unduh. Ini cukup aneh. Sedangkan di kawasan Tangerang saat menggunakannya untuk tether ke laptop, bisa mencapai hingga 1 Mbps untuk kecepatan download.

samsung galaxy y speedtest Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Roxy Mas, Jakarta Pusat

samsung galaxy y speedtest3 Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Karawaci, Tangerang

Oh ya, tak ada masalah membuka konten flash pada Young. Seperti yang saya lihat di halaman awal www.yangcanggih.com, slide artikel pilihan mampu dimainkan dengan baik.

samsung galaxy y web flash Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

[tab:Kesimpulan]

samsung galaxy y about Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Sangat layak beli, mungkin itulah ucapan pertama saya jika ada yang meminta pendapat mengenai Samsung GALAXY Y. Apalagi jaringan CDMA terbukti mampu menghadirkan layanan data yang mumpuni untuk para penggunanya lewat EVDO Rev.A yang sudah disupport oleh Young.

samsung galaxy y display Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Sekedar informasi, jaringan CDMA memiliki mekanisme yang berbeda dibanding GSM. Jika pada GSM bandwith sudah tersedot ke suara (percakapan telepon, misalnya), layanan data biasanya juga akan ikut menjadi lelet. Sedangkan pada CDMA kedua jalur tersebut dipisahkan sehingga sesibuk apapun jalur suara, maka jalur data akan tetap dapat dilayani dengan optimal.

samsung galaxy y notofication bar Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Masalah baterai tergolong klise Android, jika jarang digunakan mungkin bisa tahan sampai sehari. Namun jika menggunakannya untuk tethering, bisa jadi Young hanya dapat bertahan sampai 4 jam. Bagi Anda yang memiliki dana terbatas tapi ingin mencicipi kehebatan Android, atau yang bingung memilih ponsel CDMA, atau yang memang baru berniat membeli ponsel layar sentuh, GALAXY Y sepertinya akan dapat memenuhi kebutuhan Anda dengan baik. Jika kurang sreg dengan CDMA, Anda dapat memilih Samsung GALAXY Y versi GSM yang dijual seharga Rp 1.199.000. Murah kan?

Samsung Galaxy Y Review Girl2 Review: Samsung Galaxy Y CDMA (SCH i509) smartphone review mobile gadget

Pros
(+) Harga murah
(+) Desain elegan
(+) Prosesor mumpuni
(+) Hasil foto & video cukup baik
(+) Koneksi dengan esia-AHA cepat dengan bonus gratis data
(+) microSD 2GB dalam paket penjualan

Cons:
(-) Keyboard virtual tergolong kecil, typo sering terjadi
(-) Tak ada game bawaan