Meski Samsung Galaxy SII menggunakan teknologi layar Super AMOLED Plus yang hemat energi, namun tanpa manajemen aplikasi yang baik – apalagi OS Android ditakdirkan harus menggunakan banyak energi – maka Anda harus rela sering kehabisan baterai dan harus mencari colokan listrik. Lalu bagaimana hal itu dapat diatasi?

Pertama, Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga yang banyak tersedia di Market. Coba saja ketikkan kata kunci “battery”. Salah satu yang bisa Anda coba adalah Juice Defender, yang akan mengatur beberapa fungsi dan aplikasi sehingga penggunaannya lebih efisien.

Ada juga cara manual. Anda harus rajin menonaktifkan fitur Bluetooth, WiFi, Tethering, GPS, bahkan Data jika sudah tidak lagi digunakan. Untuk yang terakhir, Anda bisa nyalakan setiap kali ingin browsing, mengetahui update terbaru teman-teman via jejaring sosial, atau beraktivitas email saja. Jika sudah selesai digunakan, segera non-aktifkan di Pengaturan – Jaringan Seluler, lalu un-check Gunakan Data Paket serta Data Roaming. Kalau perlu, ganti Mode Jaringan Anda ke Hanya GSM agar ponsel tak mengeluarkan banyak “tenaga” untuk berpindah-pindah dari GSM ke WCDMA.

Selain itu, di menu utama Samsung Galaxy SII akan Anda temukan juga Pengelola Tugas. Gunakan ini untuk menutup aplikasi berjalan yang sudah tidak Anda gunakan atau lupa Anda matikan. Karena aplikasi-aplikasi ini tetap akan menggunakan energi dari baterai meskipun Anda minimize.